Smartphone berteknologi blockchain telah hadir

Smartphone ini mampu menyimpan cryptocurrency dan melakukan transaksi secara langsung

Smartphone berteknologi blockchain telah hadir

Smartphone berteknologi blockchain pertama dunia akhirnya tiba. Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Finney akan menjadi ponsel yang memungkinkan pengguna menyimpan dan menggunakan mata uang digital (cryptocurrency) tanpa harus membayar biaya transaksi. Dengan demikian, pengguna tidak perlu membawa-bawa flashdisk bersama dengan dompet digital lantaran semua bakal tersimpan di ponsel anyar tersebut.

Ponsel Finney akan dapat bekerja tanpa menggunakan alat penukar untuk mengonversi mata uang digital. Oleh sebab itu pengguna dapat berbelanja di situs yang menerima pembayaran melalui cryptocurrency dengan mudah. Fitur menarik lainnya adalah memungkinkan pengguna untuk mengubah ponsel mereka menjadi hotspot pribadi yang dapat disewa sebagai token digital.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Tiongkok akhirnya buat mata uang digital sendiri

Bisakah mata uang Facebook jadi alat pembayaran sah?

Facebook siapkan cryptocurrency yang bisa untuk gaji karyawan


Dalam hal keamanan, ada fungsi pemindaian iris dan sidik jari. Tidak ketinggalan pula metode konvensional seperti kata sandi. Dilansir dari Cnet (4/4), tercatat sudah ada 25.000 unit yang sudah dipesan, dengan pengiriman dijadwalkan pada bulan Oktober.

Ponsel tersebut akan dijual di pasar Vietnam dan Turki. Sebelumnya pembuat ponsel ini, yaitu Sirin Labs mengumpulkan USD158 juta (Rp2,1 triliun) melalui Initial Coin Offering (ICO) untuk proyek tersebut pada bulan Desember, dan berharap untuk mengirimkan beberapa juta unit tahun ini.

Blockchain adalah teknologi yang mendasari berjalannya data tanpa bergantung kepada server terpusat sehingga dapat menghindari resiko downtime. Teknologi ini hadir dengan mengubah pendekatan yang bersifat sentralisasi menjadi desentralisasi. Blockchain mengondisikan setiap server yang menjalankan software untuk membentuk konsensus jaringan secara otomatis untuk saling mereplikasi data transaksi dan saling memeriksa data yang ada.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: