sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
Sabtu, 14 Nov 2020 09:36 WIB

Smartphone baru Huawei pakai fast charging 40W

Huawei berjuang untuk menjaga bisnis smartphone-nya tetap hidup. Perusahaan Tiongkok ini dilaporkan akan segera meluncurkan smartphone baru bulan depan.

Smartphone baru Huawei pakai fast charging 40W
Ilustrasi pengisian daya Huawei

Huawei dilaporkan akan segera meluncurkan smartphone baru sebelum tahun ini berakhir. Pasalnya, perusahaan asal Tiongkok ini diketahui sudah mendapatkan sertifikasi 3C untuk sebuah smartphone baru. Perangkat ini akan hadir dengan dukungan pengisian cepat 40W. 

Menurut sertifikasi 3C, smartphone Huawei misterius itu memiliki output maksimum 10V 4A. Ini menunjukkan kapasitas pengisian cepat 40W. Perangkat itu sendiri memiliki model CDL-AN50 dengan adaptor charger HW-100400C00 yang dibuat oleh Guilin Kafia Technologoies untuk Huawei. 

Untuk diketahui, 40W merupakan pengisian tercepat kedua yang dimiliki Huawei. Teknologi ini hadir di Huawei Mate 40. Perusahaan asal Tiongkok ini sebenarnya sudah melangkah ke pengisian 65W untuk produk Huawei Mate 40 series dengan spesifikasi yang lebih tinggi. 

Smartphone baru Huawei mendapatkan sertifikasi 3C di Tiongkok

Huawei menjadi salah satu perusahaan yang tidak menaruh perhatian banyak untuk teknologi pengisian cepat. Beberapa OEM Tiongkok lainnya sudah berlomba-lomba untuk menghadirkan teknologi pengisian super cepat hingga 125W. Mereka adalah OPPO, realme, vivo hingga OnePlus. 

Sayangnya belum diketahui dengan nama apa perangkat ini akan hadir. Dilansir dari Gizchina (14/11), sertifikasi 3C tidak menunjukkan hal tersebut. Kendati begitu, sertifikasi 3C mengindikasikan kalau perangkat ini akan meluncur dalam waktu dekat., setidaknya bulan depan.

Sebagaimana diketahui, Huawei saat ini berjuang untuk menjaga bisnis smartphone-nya tetap hidup. Perusahaan ini sudah kehilangan akses untuk software dan hardware berbasis teknologi AS sejak pertengahan tahun lalu. Saat ini, pemerintahan Trump menyebut kalau Huawei mengancam keamanan nasional AS. Sampai saat ini, penyumbang terbesar angka penjualan Huawei berada di negaranya sendiri, yakni Tiongkok. 
 

Share
×
tekid
back to top