Selain Mate X, Huawei siapkan smartphone lipat layar penuh

Meski Huawei menunda peluncuran Mate X, perusahaan tampaknya masih bersemangat melakukan inovasi dengan smartphone lipat.

Selain Mate X, Huawei siapkan smartphone lipat layar penuh (Foto: Lets Go Digital)

Huawei baru saja menangguhkan peluncuran smartphone lipat yang bertajuk Mate X. Ponsel tersebut perilisannya tertunda hingga September mendatang. Huawei mengatakan perusahaannya ingin mengambil lebih banyak waktu untuk menguji ketat perangkatnya. Hal ini lantas menambah masalah Huawei yang tengah mencoba keluar dari jerat larangan AS. 

Meski Huawei menunda peluncuran Mate X, perusahaan tampaknya masih bersemangat melakukan inovasi dengan smartphone lipat. Dilansir BGR (18/6), Huawei telah diberikan paten pada 31 Mei oleh World Intellectual Property Office atas desain handset yang menampilkan layar lipat ganda. Paten itu menampilkan konsep yang memungkinkan ponsel berfungsi dengan baik sebagai smartphone, tablet dan tampilan yang bisa disangga di atas meja.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei pastikan Mate 30 Series hadir tanpa dukungan layanan Google

Huawei resmikan kehadiran ponsel flagship Mate 30 dan Mate 30 Pro

Ini 4 fitur menarik Mate 30 Huawei yang bakal hadir


Laporan LetsGoDigital menyebutkan desain dalam paten itu tampak berbeda dengan desain yang digunakan Huawei untuk Mate X. Konsep ini juga menunjukkan alternatif yang dihasilkan Huawei untuk menampilkan bar di samping perangkat. Selain itu, paten tersebut juga menunjukkan tiga model perangkat yang diusulkan perusahaan.

Bagian pertama, layar yang lebar menaungi kamera, sensor, dan tombol utama yang bisa terlihat di atas maupun bawah ponsel. Model kedua hanya mencakup bezel atas yang menjadi tempat kamera dan sensor yang relevan. Sementara itu model ketiga yang diusulkan Huawei menunjukkan layar penuh tanpa bezel sama sekali. Baik dari sisi depan maupun belakang, smartphone lipat itu 100% ditopang layar.

Mengacu dokumen paten itu, tampaknya layar fleksibel pada smartphone ini ditopang oleh magnet. Perangkat ini juga bergantung pada dua engsel, sehingga ketika smartphone dilipat, engselnya memberikan dukungan tambahan untuk tampilan ponsel.

Perangkat ini layak disebut smartphone berkat konsep lipatnya. Namun dalam pengajuan paten, Huawei juga menjelaskan mode "desk-stand". Jika pengguna melipat satu bagian layar, maka perangkat bisa digunakan sebagaimana laptop dengan antarmuka yang bisa disesuaikan bergantung pada cara perangkat dilipat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: