Rupiah melemah, harga smartphone Xiaomi dan Nokia tidak akan naik

Kendati nilai rupiah menyusut, HMD Global dan Xiaomi menyatakan harga produknya tidak akan naik dan tetap seperti saat peluncurannya

Rupiah melemah, harga smartphone Xiaomi dan Nokia tidak akan naik

Nilai tukar rupiah belakangan ini terus melemah terhadap dolar AS dan sempat mencapat angka Rp15 ribu. Hal ini biasanya menyebabkan kenaikan harga khususnya untuk perangkat elektronik yang juga dipasarkan di Indonesia.

Kendati nilai rupiah menyusut, HMD Global, perusahaan pemegang lisensi merek Nokia menyatakan harga produknya tidak terpengaruh. Begitupun dengan penjualan yang diklaim tidak terpengaruh penurunan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, harga smartphone merek Nokia yang dipasarkan saat ini di Indonesia, berada di harga yang sama.

"Sementara ini masih oke-oke (penjualan) aja, toh harga yang kita tampilkan hari ini masih oke untuk berjuang di pasar," kata Miranda Warokka Marketing Head HMD Global Indonesia, usai peluncuran Nokia 6.1 Plus di Jakarta (6/9).

Kendati begitu, dia belum dapat memastikan apakah harga smartphone Nokia tetap meski nilai rupiah kembali anjlok. Yang jelas, HMD Global akan berupaya mempertahankan harga yang telah diumumkan ketika ponselnya diperkenalkan ke publik.

"Belum tau, tapi kita usahain untuk stay pada komitmen yang sudah kita sebutkan (harga) hari ini," ujarnya.

Lebih lanjut Miranda menyebut seluruh ponselnya diterima dengan baik oleh masyarakat di Indonesia. Produk yang paling laris saat ini disebut Miranda yaitu Nokia 1 yang dibanderol dibawah Rp1 juta. 

Serupa dengan HMD Global, Xiaomi juga menyatakan hal yang sama dimana harga produknya tak berubah meski nilai tukar rupiah melemah. Steven Shi dalam usai peluncuran Redmi 6 dan 6A menuturkan perusahaannya berupaya untuk menekan biaya sehingga tidak membebankan konsumen. Padahal sebelumnya perusahaan asal China itu telah menaikkan beberapa harga produknya seperti Redmi 5A dan Redmi Note 5 akibat perubahan nilai tukar rupiah pada pertengahan Juli lalu.

"Kami berusahan menyerap sebanyak mungkin, agar tidak membebankan konsumen. Sejauh ini harga yang ditetapkan tidak berubah," katanya kala itu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: