Popularitas Honor kalahkan Xiaomi di pasar online China

Honor tercatat mempertahankan merek smartphone online nomor satu di China dengan pangsa pasar 24% mengalahkan Xiaomi.

Popularitas Honor kalahkan Xiaomi di pasar online China (Foto: Digital Camera World)

Pengiriman smartphone China tahun ini menurun seperti laporan Counterpoint. Menurut firma riset itu, penjualan smartphone di pasar online Tiongkok turun menjadi 24% di kuartal pertama 2019 dari 28% pada kuartal empat 2018.

Counterpoint menyebut pasar smartphone di China terus melambat dari paruh kedua 2018 karena permintaan yang lamban dari konsumen. Selain itu, penyebab lainnya yakni pabrik-pabrik yang ditutup menyambut Tahun Baru China.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Aturan pemblokiran ponsel BM via IMEI diteken pemerintah

TSMC: tahun depan produksi smartphone 5G akan semakin banyak

Motorola akan luncurkan smartphone lipat mereka 13 November mendatang


Laporan Counterpoint lainnya menunjukkan penjualan kuartal pertama 2019 tercatat menurun 8% dari tahun ke tahun di China. Merek-merek yang menjadi pemimpin pasar meliputi Honor, Xiaomi, Apple dan Huawei yang menyumbang 84% di pasar China pun terdampak. Honor tercatat mempertahankan merek smartphone online nomor pertama di China dengan pangsa pasar 24%.

Pangsa pasar Huawei di ranah online meningkat di kuartal pertama saat mereka mencoba memperkuat posisinya di tengah pelambatan pasar secara umum. Pangsa pasar online Xiaomi juga meningkat di kuartal pertama hingga 22% karena permintaan Redmi Note 7 yang kuat.

Sementara itu merek lainnya seperti Oppo dan Vivo juga terus berkembang di pasar online. Setelah meraup kesuksesan dengan smartphone murah di ranah online seperti seri Vivo Z dan Oppo K, kedua vendor ini pun mencoba meluncurkan model ponsel unggulan ke saluran online. Dilansir Gizmochina (14/7), Vivo dan Oppo masing-masing saat ini menyumbang 7% dan 5% dari pangsa pasar online.

Di sisi lain Apple memiliki 10% dari penjualan secara online di China. Merek smartphone lainnya selain yang telah disebutkan menyumbang sekitar 21% dari penjualan di China melalui saluran online.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: