sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
Selasa, 30 Jun 2020 14:29 WIB

Menjajal realme C11 dengan desain yang bikin kepikiran

Realme C11 diperkuat dengan prosesor MediaTek Helio G35. Ada dua versi realme C11, yakni RAM 2 GB dan ROM 32 GB, serta RAM 3 GB dan ROM 32 GB.

Menjajal realme C11 dengan desain yang bikin kepikiran

Hari ini realme baru saja mengumumkan ponsel terbarunya, yaitu realme C11 dengan harga Rp1.599.000 (versi RAM 2 GB dan ROM 32 GB), ponsel ini dilengkapi dengan layar tipe IPS berukuran 6,5 inci dengan aspect ratio 20:9.

Kebetulan saya sudah menjajal sebentar ponsel ini. Meski hadir dengan ukuran layar yang cukup besar, tetapi saya merasa bahwa C11 masih nyaman digenggam menggunakan satu tangan. Kemungkinan hal ini dikarenakan oleh aspect ratio yang lebih panjang.

Sebelum menjajal lebih lanjut, saya ingin memberi tahu apa saja yang terdapat di dalam kotak kemasan ponsel ini. Seperti ponsel kebanyakan, kemasan realme C11 berwarna kuning keseluruhan yang mencerminkan ciri khas kental realme. Ya, hampir seluruhnya berwarna kuning, kecuali tulisan yang ada di boks tersebut.

Di dalam kemasan ini terdapat perangkat realme C11. Di bawah sekat ponsel berada, terdapat satu kompartemen lagi yang memuat adaptor berdaya 10 watt serta kabel micro USB untuk mengisi daya baterai atau transfer file dari ponsel ke laptop atau sebaliknya. Bisa dibilang penggunaan port micro USB sudah terdengar lawas untuk sebuah ponsel saat ini. Tidak ada soft case yang hadir dalam paket penjualan Realme C11, tetapi ini wajar mengingat ponsel ini menyasar kepasar entry-level.

Menyinggung soal spesifikasi, realme C11 diperkuat dengan prosesor MediaTek Helio G35. Ada dua versi realme C11, yakni RAM 2 GB dan ROM 32 GB, serta RAM 3 GB dan ROM 32 GB. Versi yang saya jajal adalah versi 2 GB dan ROM 32 GB. Jika kapasitas penyimpanan 32 GB terasa kurang, maka kamu dapat meningkatkannya dengan bantuan slot microSD. Kapasitas baterai yang diusungnya adalah 5.000 mAh. Meski demikian, bodinya tidak terlalu tebal untuk menampung kapasitas baterai yang cukup besar tersebut.

Berbicara seputar desain, saya hampir tidak percaya jika ponsel ini masuk ke dalam entry-level. Karena bodi belakangnya dirancang cukup menarik. Realme mendesain bodi belakang C11 dengan ukuran mirip alumunium brush sehingga terlihat premium. jika dilihat dari dekat, alur-alur kecil pada bodi ponsel ini berbentuk gelombang.

Selain itu, ada pula garis tebal yang membujur dari modul kamera ke arah bawah. Hal ini menjadikan desain realme C11 tidak monoton. Karena tidak terbuat dari bahan glossy dan memiliki desain ukiran kecil, maka bodi C11 tidak mudah terkena noda sidik jari. Bodi realme C11 secara keseluruhan terbuat dari plastik. Meski demikian, kualitasnya tidak murahan karena terasa padat.

Ketika memegangnya, bodi C11 tidak terlalu licin. Bagian modul kameranya juga tidak terlalu menonjol. Ini kemungkinan besar karena ponsel terbaru dari realme tersebut tidak dilengkapi dengan lensa telefoto yang memerlukan focal length lebih panjang dari lensa lebar. Area modul kamera ganda pada bagian belakang realme C11 mengingatkan saya pada iPhone 11, apalagi realme C11 yang ada di tangan saya berwarna abu-abu, mirip dengan iPhone 11.

Menyinggung soal kamera, bagian belakang terdapat konfigurasi kamera ganda. Kamera utama memiliki sensor beresolusi 13 MP, sedangkan kamera sekunder berguna sebagai depth sensor beresolusi 2 MP. Kamu pasti sudah mengetahui manfaat kamera depth sensor, yaitu sebagai pendeteksi subjek utama agar menciptakan latar belakang bokeh layaknya memotret dengan aperture besar menggunakan kamera DSLR maupun mirrorless.

Sedangkan kamera depan menggunakan desain notch di bagian atas tengah layar. Notch untuk rumah kamera depan ini berbentuk cukup kecil dengan desain water drop, atau realme menyebutnya sebagai Mini-drop. Sensor yang digunakan untuk kamera depan memiliki resolusi 5 MP.

Tombol daya dan tombol volume terdapat di sisi kanan. Sedangkan bagian bawahnya terdapat port jack 3,5 mm, lubang mikrofon, port USB, dan lubang sepaker. Tray kartu SIM dan micro SD ada di sebelah kiri. Asiknya, slot micro SD maupun SIM tidak memiliki desain hibrida. Oleh karena itu, kamu masih dapat memasukkan kartu micro SD meski kedua kartu SIM sedang digunakan.

Kesan awal saya terhadap realme C11 adalah saya sangat menyukai desain bodinya. Meski tergolong ponsel entry-level, tetapi realme C11 memiliki bodi sekelas ponsel kelas menengah dengan rancang bangun yang kokoh. Saya juga menyukai desain tray kartu SIM dan micro SD yang terpisah sehingga tidak perlu mengorbankan slot SIM 2 ketika ingin menambahkan memori penyimpanannya. Selain itu, penempatan port jack dan port USB dalam satu sisi yang sama memungkinkan pengguna mengisi ulang dan mendengarkan musik dalam satu waktu dapat menghindari juntaian kabel yang menganggu.

Tetapi sayangnya, realme tidak menyertakan earphone dalam paket penjualannya. Jadi kamu dapat menggunakan earphone kamu yang lama atau membelinya secara terpisah. Ulasan lebih lanjut seputar Realme C11 akan saya bahas di lain waktu, saat ini saya sedang dalam proses mengujinya. Jadi, pantau Tek.id terus ya.

Share
back to top