×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Harman Hapus 500.000 Tautan Produk Ilegal di Marketplace, 300.000 Terindikasi Barang Palsu

Oleh: Tek ID - Selasa, 29 September 2026 08:15

Harman menghapus lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di marketplace Asia Pasifik pada 2025, sekitar 300.000 di antaranya barang palsu.

Harman Hapus 500.000 Tautan Produk Ilegal di Marketplace Sejumlah produk palsu yang ditemukan Harman di marketplace Asia Pasifik dok. Harman International

Peredaran produk palsu dan barang yang melanggar hak kekayaan intelektual (HAKI) masih menjadi persoalan bagi industri elektronik. 

Harman International, perusahaan induk JBL, mengungkap telah memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal dari berbagai marketplace di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 tautan teridentifikasi menawarkan produk palsu. Sementara sisanya disebut melanggar hak kekayaan intelektual milik Harman.

Harman menjalankan upaya pemberantasan produk palsu dengan menggandeng platform e-commerce, otoritas bea cukai, serta aparat penegak hukum di sejumlah negara. 

Baca Juga

Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi hingga menghentikan peredaran barang yang menggunakan merek perusahaan secara ilegal.

General Manager and Vice President Consumer Audio Harman Asia Pacific Grace Koh mengatakan pemberantasan produk palsu juga ditujukan untuk melindungi konsumen dan reputasi JBL yang pada 2026 memasuki usia 80 tahun.

“Selama 80 tahun, JBL telah meraih kepercayaan konsumen di seluruh dunia dengan berfokus pada inovasi, performa, dan kualitas. Produk palsu tidak hanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual kami, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen dari JBL,” ujar Koh.

Menurut Koh, Harman akan terus bekerja sama dengan otoritas bea cukai, aparat penegak hukum, dan platform e-commerce di Asia Pasifik untuk memutus distribusi produk palsu sekaligus membantu konsumen mendapatkan produk JBL asli.

Upaya tersebut berlanjut pada 2026. Dalam enam bulan pertama tahun ini, sejumlah operasi dilakukan terhadap peredaran produk JBL palsu di beberapa pasar Asia Pasifik.

Di Korea Selatan, JBL Flip 6 palsu disita dalam operasi bersama otoritas setempat. Operasi terpisah di negara yang sama juga menemukan dan menyita JBL Charge 6 palsu.

Penindakan juga dilakukan di Thailand. Otoritas bea cukai setempat menghentikan peredaran produk yang menggunakan nama “JBL Max 33”, yang menurut Harman merupakan nama produk fiktif.

Dalam operasi lainnya di Thailand, pihak berwenang menyita sejumlah produk palsu yang menggunakan nama JBL Go 4 dan JBL Clip serta lini headphone JBL Tune.

Harman menyebut penindakan menjadi bagian dari pemantauan untuk mengidentifikasi produk palsu sebelum sampai ke tangan konsumen.

Selain penindakan, Harman menjalankan kampanye edukasi antipemalsuan di media sosial di kawasan Asia Pasifik. 

Kampanye tersebut antara lain memberikan informasi mengenai risiko produk palsu dan cara memeriksa keaslian perangkat.

Konsumen disarankan membeli produk JBL melalui retailer resmi maupun official store. Harga yang jauh lebih murah dari harga normal serta penjual yang identitasnya tidak terverifikasi disebut sebagai sejumlah tanda yang perlu diwaspadai.

Menurut Harman, produk JBL asli melalui proses pengujian untuk memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan perusahaan. 

Produk tiruan, sebaliknya, berpotensi menggunakan komponen dengan kualitas berbeda dan tidak melalui proses pengendalian mutu yang sama.

Perbedaan tidak hanya dapat ditemukan pada perangkat keras. Grace Koh mengatakan produk asli juga dirancang terhubung dengan ekosistem perangkat lunak JBL.

“Melalui aplikasi resmi JBL, konsumen dapat mempersonalisasi pengaturan EQ, mengakses fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost, serta membuka berbagai optimasi yang dirancang untuk memaksimalkan potensi perangkat mereka,” kata KOh.

“Pengalaman seperti ini tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan, sehingga makin menegaskan pentingnya memilih produk asli untuk mendapatkan pengalaman JBL yang sepenuhnya,” imbuhnya.

Upaya pemberantasan produk palsu berlangsung ketika JBL memperingati 80 tahun berdirinya perusahaan pada 2026. 

Merek audio yang didirikan James B. Lansing pada 1946 tersebut kini digunakan pada berbagai produk dan sistem audio, mulai dari perangkat konsumen hingga kebutuhan otomotif dan hiburan.

Dengan transaksi produk elektronik semakin banyak berlangsung melalui marketplace, penghapusan ratusan ribu tautan menunjukkan kanal digital menjadi salah satu medan penting dalam pemberantasan produk ilegal. 

Bagi konsumen, verifikasi penjual dan kanal pembelian menjadi langkah penting sebelum tergiur produk bermerek dengan harga jauh di bawah harga pasar.

×
back to top