Galaxy S11 punya fitur spektrometer inframerah

Smartphone baru Samsung kemungkinan akan memiliki spektrometer inframerah (IR). Hal ini terungkap dari paten yang diajukan perusahaan.

Galaxy S11 punya fitur spektrometer inframerah (Foto: Gizmochina)

Smartphone baru Samsung kemungkinan akan memiliki spektrometer inframerah (IR). Hal ini terungkap dari paten yang diajukan perusahaan ke Kantor Hak Paten dan Merek Dagang Intelektual Amerika Serikat (USPTO) dan Kantor Hak Paten dan Merek Dagang Intelektual Dunia (WIPO). Teknologi ini dipercaya akan melengkapi Galaxy S11 yang akan diluncurkan Samsung di awal tahun depan.

Paten yang diajukan perusahaan diterbitkan pada 26 September 2019 dengan judul "Perangkat elektronik dengan beberapa sumber cahaya". Dilansir Gizmochina (2/10), perangkat ini dipercaya sebagai smartphone dengan spektrometer inframerah (IR). 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Begini bocoran Samsung Galaxy A91

Samsung siapkan Galaxy S10 versi Lite

Samsung Pay kini terintegrasi Dana dan GoPay


Dokumen paten Samsung itu juga menunjukkan beberapa sketsa yang menunjukkan berbagai sensor termasuk fungsi kamera untuk mencapai spektrometri. Salah satu ilustrasi menunjukkan bagaimana spektrometer IR berfungsi menghitung kadar gula buah. Tak hanya itu, ponsel ini akan mampu mendeteksi tingkat kelembaban kulit hingga mengukur tingkat CO2.

Perangkat ini juga dilengkapi pendeteksi asap yang mampu membantu menentukan kandungan obat serta mengukur kesegaran makanan dan kadar glukosa darah. Jika Samsung memutuskan untuk menyematkan teknologi ini pada Galaxy S11 di tahun depan, maka Samsung tetap tak menjadi vendor pertama yang menghadirkan teknologi tersebut.

Sebelumnya Changhong H2 tampil di CES 2017 dengan spektrometer inframerah dan menjadi smartphone pertama dengan dukungan teknologi tersebut. Spektrometer kecil pada sebuah chip juga telah dikenalkan oleh startup Mesir Si-Ware.

Galaxy S11 sendiri kemungkinan dirilis pada awal tahun depan. Pasalnya pendahulunya memiliki jadwal yang senada. Galaxy S10 diluncurkan perusahaan asal Korea Selatan itu pada Maret lalu. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: