China blokir Leica gara-gara video sensitif

Hal ini dikarenakan oleh pabrikan lensa dan kamera asal Jerman tersebut memproduksi video yang sangat sensitif bagi China.

China blokir Leica gara-gara video sensitif Source: Pexels

 Leica sedang menghadapi masalah di China setelah publikasi video berjudul “The Hunt” yang berlatar belakang awal tahun 1989. Menanggapi video tersebut, situs web mediasosial China Weibo melarang penggunaan kata Leica sehingga tidak ada hasil yang ditampilkan pada pencarian kata kunci tersebut di internet China.

Dilansir dari DP Review (20/4), ‘The Hunt’ sendiri merupakan video fiksi yang menampilkan jurnalis foto yang berusaha memotret protes di Tianamen Square menggunakan kamera Leica1. Meski video ini tidak pernah secara eksplisit menyebutkan protes, tetapi menampilkan teks ‘Beijing 1989’, dan diakhiri dengan gambar ikonik ‘Tank Man’ dalam bentuk refleksi dalam lensa kamera Leica.


BACA JUGA

Sony kembangkan film berwarna yang dapat dicetak berkali-kali

Resmi meluncur di Indonesia, Canon EOS 200D II menyasar fotografer pemula

DJI punya Osmo Action untuk melawan GoPro


Video itu beredar di media sosial China, di mana sejumlah pengguna mengecam pemeragaan dramatis. Segera setelah itu, Weibo melarang posting yang mengandung kata ‘Leica’ karena menurut South China Morning Post (SCMP) video itu mengandung pelanggaran hukum dan peraturan yang relevan. “The Hunt’ juga tampil pada saat yang tegang bagi pemerintahan China. Saat itu, 4 Juni, adalah peringatan ke-30 atas penindasan pemerintah terhadap protes pro-demokrasi.

The Verge menginformasikan banyak perusahaan Barat dikecam di masa lalu karena menyinggung China, tetapi hanya sedikit yang melakukannya saat mengirim pesan pro-demokrasi. Pengguna internet China dipanggil untuk memboikot Dolce & Gabbana pada November lalu ketika mereka merilis iklan yang dianggap rasis. Februari lalu, Mercedes-Benz meminta maaf kepada China setelah mengutip Dalai lama di Instagram.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: