×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Apple Masuk ke Pasar Ponsel Lipat, Apa yang Bikin iPhone Duo Berbeda?

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Senin, 14 September 2026 15:50

Apple memberikan lapisan nano-texture pada layar untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus membuat area lipatan terlihat lebih samar.

Apa yang Bikin iPhone Duo Berbeda dengan Ponsel Lipat Lain? iPhone Duo. dok. Apple

Apple akhirnya memasuki pasar smartphone lipat melalui iPhone Duo. Perangkat ini membawa dua layar yang terhubung melalui engsel dan dapat dibuka seperti buku. 

Kehadiran iPhone Duo membuat Apple harus berhadapan dengan pemain yang lebih dulu mengembangkan kategori ini, salah satunya Samsung melalui Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. 

Karena itu, menarik untuk tidak hanya melihat spesifikasi yang ditawarkan Apple, tetapi juga pendekatan teknologi yang digunakan untuk mengatasi tantangan smartphone lipat.

Lantas, apa yang sebenarnya menjadi keunggulan iPhone Duo dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold8 atau ponsel lipat lainnya?

Salah satu tantangan pada ponsel lipat terletak pada layarnya. Selain harus fleksibel, panel juga harus dapat bertahan dari penggunaan yang berulang tanpa membuat lipatan di bagian tengah terasa mengganggu.  

Apple menggunakan layar Super Retina XDR berukuran 7,6 inci pada bagian dalam iPhone Duo. Layar tersebut mendukung ProMotion hingga 120Hz dan kecerahan puncak hingga 3.000 nit. 

Layar luar berukuran 5,4 inci menggunakan rasio aspek yang sama agar perpindahan tampilan ketika perangkat dibuka atau ditutup tetap konsisten.

Apple memberikan lapisan nano-texture pada layar untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus membuat area lipatan terlihat lebih samar.

Di balik panel tersebut terdapat konstruksi berlapis yang dirancang khusus. Apple menggunakan lapisan polimer dengan kekakuan 40% lebih tinggi, lalu kaca dengan kekuatan tinggi di kedua sisi panel, serta perekat khusus yang memungkinkan lapisan lapisan tersebut bergerak mengikuti proses ketika layar dilipat dan dibuka. 

Hasil akhirnya adalah crease yang dibuat seminimal mungkin. 

Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan iPhone Duo, sebab crease tidak hanya menjadi persoalan estetika, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan saat melihat layar.

Samsung juga mengembangkan struktur Flex Titanium dan Armor FlexHinge pada Galaxy Z Fold8 untuk menjaga bentuk layar sekaligus membuat lipatan lebih samar.

Keunggulan iPhone Duo bukan terletak pada ponsel lipat pertama yang dapat menyelesaikan masalah crease ini, namun terlihat pada bagaimana Apple membuat lipatan menjadi tidak terlalu  mengganggu. 

Engsel menjadi komponen penting pada ponsel lipat, sebab menentukan bagaimana perangkat bergerak sekaligus meneruskan tekanan ke layar.

Apple menggunakan engsel dengan lebih dari 100 komponen yang dipadukan dengan rangka titanium dan magnet untuk membantu kedua sisi perangkat tetap sejajar.

Perangkat ini memiliki ketebalan 5,2 mm saat dibuka dan 11,3 mm saat dilipat dengan bobot 254 gram. Sedangkan, Galaxy Z Fold8 lebih tipis dan ringan, yakni 4,5 mm saat dibuka dengan bobot 201 gram.

Keunggulan iPhone Duo justru terlihat pada sertifikasi ketahanannya. Perangkat ini memiliki rating IP68, sedangkan Galaxy Z Fold8 membawa rating IP48. 

Perbedaan ini membuat iPhone Duo menawarkan perlindungan yang lebih tinggi terhadap partikel tertentu. 

Salah satu hal yang cukup menarik pada iPhone Duo justru berada pada sistem autentikasi. Apple tidak menjelaskan secara spesifik alasan di balik keputusan tersebut. 

Namun, absennya Face ID menjadi perubahan yang cukup signifikan bagi pengguna yang sudah terbiasa membuka iPhone menggunakan pengenalan wajah. 

Apple kembali mengandalkan Touch ID yang ditempatkan pada tombol samping sehingga autentikasi tetap dapat digunakan ketika perangkat dalam kondisi terbuka maupun tertutup. 

Di sisi lain, kamera FaceTime pada layar dalam ditempatkan di balik panel sehingga tidak membutuhkan notch. Pendekatan ini membuat layar utama tampak lebih bersih dan lega. 

iPhone Duo menggunakan chip A20 Pro dengan fabrikasi 2nm yang dipadukan dengan vapor chamber untuk membantu mengelola panas.

Apple mengklaim A20 Pro memberikan peningkatan CPU hingga 20 persen dan GPU hingga 40 persen dibandingkan A19 Pro. 

Sistem termalnya juga diklaim mampu mempertahankan performa hingga 35 persen lebih baik dibandingkan iPhone 17 Pro dalam penggunaan berkelanjutan.

Untuk baterai, Apple menggunakan dua unit yang ditempatkan pada masing-masing sisi perangkat. 

Konfigurasi tersebut diklaim mampu memberikan pemutaran video hingga 31 jam melalui layar utama dan 44 jam melalui layar luar.

Apple juga menyebut perangkat dapat mengisi daya hingga 50 persen dalam sekitar 20 menit menggunakan koneksi kabel. 

Pengisian melalui MagSafe atau Qi2 membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai kapasitas yang sama.

Pada bagian kamera, Apple justru mengambil pendekatan yang cukup sederhana. iPhone Duo memiliki dua kamera belakang 48MP yang terdiri dari kamera utama dan ultrawide.

Kamera utama tersebut dapat menghasilkan pembesaran 2x dengan kualitas optik dan menawarkan rentang optical-quality zoom hingga 4x. 

Namun, perangkat ini tidak memiliki kamera telefoto khusus seperti yang digunakan pada sejumlah ponsel flagship.

Jika melihat hardware saja, iPhone Duo sebenarnya tidak membawa seluruh teknologi yang benar-benar baru ke pasar ponsel lipat. 

Layar dengan crease yang semakin samar, engsel fleksibel, kamera di balik layar, hingga bodi yang tahan air sudah lebih dulu dikembangkan oleh sejumlah produsen.

Hal yang lebih menarik justru ada pada cara Apple menggabungkan teknologi tersebut dengan iOS 27.

Apple mendesain ulang antarmuka agar bisa memanfaatkan layar besar ketika perangkat dibuka. 

Dock dan navigasi dipindahkan ke sisi layar, sementara pengguna dapat menjalankan dua jendela dari aplikasi yang sama, seperti Safari.

Dibandingkan Galaxy Z Fold8, iPhone Duo memiliki beberapa keunggulan seperti layar dengan crease yang dibuat sangat samar, sertifikasi IP68, serta integrasi erat antara A20 Pro dan iOS 27. 

Namun, perangkat ini juga memiliki sejumlah pertimbangan. Bobot dan ketebalannya masih lebih besar dibandingkan Fold8, kamera belakang tidak memiliki sensor telefoto khusus, dan Face ID digantikan Touch ID. 

Dengan demikian, keunggulan iPhone Duo bukan terletak pada teknologi yang sepenuhnya baru. Apple justru menggabungkan berbagai teknologi yang sudah ada dan dikembangkan melalui ponsel lipat, namun dikemas dengan pengalaman yang lebih familiar bagi pengguna iPhone. 

Pendekatan ini dapat menjadi tantangan sekaligus kekuatan bagi iPhone Duo. 

Apple harus dapat membuktikan bahwa kombinasi berbagai keunggulannya cukup menarik untuk membuat pengguna iPhone beralih ke perangkat lipat. 

×
back to top