Analis : penjualan iPhone XR di China mulai membaik

Analis asal China Li Xiuli mengatakan bahwa penjualan iPhone XR meningkat karena Apple berani memberikan potongan harga yang cukup besar.

Analis : penjualan iPhone XR di China mulai membaik iPhone XS, XS Max, dan XR (tek.id)

Tim Cook pada akhir tahun lalu memutuskan untuk tidak lagi membagikan performa penjualan iPhone mereka kepada khalayak luas. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah keputusan berat di tengah sulitnya mereka menjual tiga produk iPhone terbaru mereka.

Namun, hal ini bukan berarti para analis tidak dapat memperkirakan seberapa banyak penjualan perangkat mereka. Bahkan, salah satu analis dari China, Li Xiuli baru-baru ini mengeluarkan sebuah tulisan mengenai penjualan salah satu perangkat iPhone terbaru, yakni iPhone XR.


BACA JUGA

Qlue dan Kemenkominfo bakal gelar Smart Citizen Day

Penelitian ungkap 200 aplikasi mengandung adware di Play Store

Netflix klaim penggunanya menghabiskan waktu dua jam perhari


Dalam tulisannya, dia mengatakan bahwa penjualan perangkat tersebut, terutama di China sudah mulai membaik. Dia mengatakan, masalah yang dihadapi oleh Apple yakni sulitnya penjualan iPhone di China sudah mulai membaik.

Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Salah satunya adalah strategi perusahaan asal Cupertino tersebut untuk mengurangi harga iPhone XR, agar kembali menarik perhatian para penggemar teknologi di negara Tirai Bambu tersebut.

Wccftech (12/3/2019) melaporkan, Apple melakukan potongan harga sebesar 450 RMB sekitar Rp954.723. Hal ini menjadikan harga iPhone XR versi 128GB di China hanya sekitar 5900 RMB alias Rp12.516.655 saja.

Apple pun berhasil meningkatkan permintaan produksi sebesar 20 juta unit setelah melakukan hal tersebut.

Sebelumnya, penjualan iPhone XS, XS Max, dan XR di China terus dikalahkan oleh produk lokal seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, dan lainnya. Hal ini dikarenakan para vendor lokal berani memberikan harga yang lebih murah dibanding apa yang diberikan oleh Apple.

Belum lagi, beberapa industri di China juga mengiming-imingi para pekerjanya diskon jika membeli produk lokal. Jadi, tak heran jika penjualan Apple terus tenggelam.

Tak ketinggalan, adanya perang dagang antara Amerika dan China juga mengakibatkan para vendor dari Amerika sulit menjual barangnya di China. Begitu juga sebaliknya, dimana para vendor China kesulitan menjual barangnya di Amerika.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: