Alasan Lenovo belum boyong laptop 17 inci ke Indonesia

Saat ini, di Indonesia Lenovo hanya menawarkan seri Legion dengan besaran layar 15 inci, sedangkan layar dengan 17 inci masih absen.

Alasan Lenovo belum boyong laptop 17 inci ke Indonesia Laptop 15 inci

Industri gaming di Indonesia dalam beberapa tahun ini kabarnya terus meningkat. Dalam sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh lembaga survei GFK, industri gaming Indonesia meningkat sebesar 126 persen dari 2017 ke 2018.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar gaming di Indonesia terus akan mengalami peningkatan. Hal ini pun disambut oleh para vendor laptop gaming, yang menawarkan banyak portofolio laptop mereka, mulai dari layar 15 -17 inci. 


BACA JUGA

Asus siap hancurkan pasar laptop gaming lewat TUF FX505DU

Asus ROG Strix Scar II: laptop gaming sangar

Microsoft punya Surface Book 2 dengan Intel Coffee Lake


Menariknya, salah satu vendor laptop gaming, Lenovo melihat urgensi laptop gaming 17 inci masih rendah di Indonesia.

Menurut Consumer Lead Lenovo Indonesia, Julius Tjhin, market di Indonesia saat ini masih lebih tertarik dengan laptop dengan layar 15 inci. Pasalnya dimensi dari laptop 17 inci tidak bisa masuk ke dalam tas normal, serta memiliki beban yang cukup berat.

“Meski demikian, kami tidak menutup kemungkinan kami akan mendatangkan produk laptop Legion dengan layar 17 inci,” kata Julius. Saat ini, di Indonesia baru ada dua versi laptop Legion, yakni Legion Y530 dan Legion Y740.

Di sisi lain, mereka juga mengatakan bahwa para gamer di Indonesia masih ‘budget oriented’. Semua perangkat laptop gaming yang paling banyak dibeli ada di angka belasan juta, sedangkan untuk yang masuk ke angka puluhan juta masih sedikit

“Para pembeli laptop Legion kebanyakan mencari laptop gaming di angka belasan juta. Pangsa pasarnya pun bisa mencapai 70 persen lebih,” jelasnya.

Sedangkan laptop berharga puluhan juta, biasanya dibeli oleh para gamer profesional.

Dengan strategi ini, pihak Lenovo pun mengaku berhasil menaikkan penjualan mereka sebesar 455 persen YoY, jika dibandingkan dengan tahun 2017. Meski begitu, mereka masih tertinggal jauh dengan vendor lain, dengan memiliki pangsa pasar 12,8 persen di Indonesia.

“Tapi kami tetap optimis untuk bisa menggandakan jumlah persentase tersebut tahun ini. Kami juga masih tetap mengincar untuk menjadi produsen laptop gaming terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: