Uji coba peluncuran Starliner Boeing ditunda

Starliner merupakan satu dari dua armada yang akan digunakan pada program penerbangan komersial NASA ke luar angkasa.

Uji coba peluncuran Starliner Boeing ditunda Source: Boeing

Misi penerbangan komersial milik NASA sejatinya melibatkan dua armada, yakni Crew Dragon milik SpaceX dan Starliner milik Boeing. Dalam percobaan perdana, SpaceX berhasil membuktikan bahwa Crew Dragon layak untuk menerbangkan astronot ke luar angkasa. Namun tidak demikian dengan Starliner.

NASA dilaporkan menambahkan misi Starliner milik Boeing. Jika Crew Dragon hanya mampir sebentar di stasiun luar angkasa internasional (ISS), Starliner dijadwalkan akan menetap di sana selama beberapa bulan. Uji cobanya pun ditunda hingga Agustus mendatang.


BACA JUGA

Boeing uji coba teknologi toilet pintar di pesawat

Pesawat bertenaga surya ini digunakan untuk pantau iklim

Boeing siapkan drone untuk angkut barang


Dilansir dari TheVerge (4/4), awalnya uji coba armada Boeing ini dijadwalkan akan sama dengan yang dilakukan SpaceX. Namun, NASA memutuskan untuk memperpanjang durasi misi Starliner.  Bahkan NASA sudah memesan tempat di roket Soyuz milik Rusia yang akan memungkinkan para astronot untuk tetap berada di stasiun luar angkasa sampai akhir tahun.

“Penilaian NASA untuk memperluas misi merupakan hasil yang dapat dicapai secara teknis tanpa membahayakan keselamatan awak,” ujar Phil McAlister, direktur penerbangan komersial di NASA.

Belum diketahui berapa lama perpanjangan misi tersebut ditetapkan. Hingga saat ini, NASA bahkan belum mengetahui kapan misi tersebut akan dimulai. Pasalnya Boeing harus mendapatkan izin terbangnya terlebih dahulu.

Untuk diketahui, Starliner saat ini sudah hampir siap digunakan untuk menjalani uji coba itu. Kendati begitu, Starliner diketahui sempat mengalami beberapa kali kemunduran, terutama setelah kegagalan uji mesin pada juni 2018. Setahun berlalu, Boeing kembali siap melakukan uji coba di salah satu fasilitas NASA yang terletak di New Mexico. Mesin ini merupakan komponen penting bagi Starliner untuk membawa armada tersebut ke tempat aman jika terjadi masalah selama penerbangan.

Penundaan jadwal penerbangan itu pun juga disebabkan oleh prioritas misi lainnya. Salah satu perusahaan yang bertanggung jawab untuk proses peluncuran, yakni United Launch Alliance harus menerbangkan misi besar bagi Angkatan Udara Amerika Serikat. Hal inilah merupakan salah satu penyebab yang mempengaruhi kemunduran itu.

Dengan mundurnya jadwal penerbangan Starliner Boeing bakal membuat SpaceX menjadi armada pertama dari uji coba tersebut yang akan membawa astronot ke luar angkasa. Dalam uji coba tersebut, SpaceX mampu membuktikan bahwa armada Crew Dragon dapat tersambung secara otomatis ke ISS dan mendarat di lautan dengan sempurna. Selanjutnya SpaceX akan menjalani uji coba sistem keselamatan selama penerbangan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: