sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
Selasa, 05 Jan 2021 12:16 WIB

Tiongkok buka teleskop super besar untuk ilmuwan dunia

Sky Eye milik Tiongkok adalah teleskop FAST terbesar di dunia dan satu-satunya yang dapat melakukan jenis pengamatan tertentu.

Tiongkok buka teleskop super besar untuk ilmuwan dunia
Source: Xinhua / Liu Xu via Getty Images

Tiongkok dikabarkan akan membuka teleskop besar mereka yang berukuran 500 meter untuk komunitas ilmiah global mulai 1 April 2021. Teleskop berbasis parabola “Sky Eye” ini merupakan Aperture Spherical Radio Telescope (FAST) terbesar di dunia yang digunakan untuk melihat pulsat dan target astronomi energik lainnya. Teleskop ini juga akan digunakan sesekali untuk mencari keberadaan alien.

Menurut kantor berita Tiongkok Xinhua, ilmuwan asing akan dapat mengajukan aplikasi ke Observatorium Astronomi Nasional Tiongkok secara online. Setelah ditinjau, waktu observasi akan dibagikan mulai 1 Agustus. Sekitar 10% waktu observasi akan dialokasikan untuk astronom global tahun ini, sebagaimana informasi dari kepala teknisi FAST, Jiang Peng.

Dilansir dari Engadget (5/1), teleskop tersebut secara resmi mulai digunakan pada 11 Januari 2020. Namun, ia memulai pengamatan jauh sebelum itu dan sejauh ini telah mencitrakan 240 pulsar. Salah satu yang paling signifikan ditemukan di gugus bintang Messier 92. Ini disebut pulsar milidetik yang berputar jauh lebih cepat dari pulsar normal pada rotasi 316,5 per detik (18.990 RPM), sambil menghisap dan mengeluarkan materi dari bintang pendampingnya.

Sky Eye milik Tiongkok adalah teleskop FAST terbesar di dunia dan satu-satunya yang dapat melakukan jenis pengamatan tertentu setelah runtuhnya teleskop radio Arecibo Observatory di Puerto Rico. National Science Foundation AS mengatakan akan merobohkan observatorium tersebut, tetapi ada secercah harapan bahwa observatorium itu dapat dibangun kembali setelah Puerto Rico menjanjikan bantuan sebesar USD8 juta (Rp111,5 miliar).

Share
×
tekid
back to top