Tesla berikan update software usai insiden kebakaran

Usai dua insiden terbakarnya mobil listriknya, Tesla akhirnya memberikan update untuk memperbaiki manajemen suhu dan pengisian daya mobilnya.

Tesla berikan update software usai insiden kebakaran Source: BGR

Tesla akhirnya memberikan update software untuk semua mobil Model S dan X. Hal ini menyusul dua insiden terbakarnya mobil Tesla karena masalah di baterai mobil listrik tersebut. Pembaruan ini akan mengubah beberapa pengaturan manajemen baterai yang terkait dengan pengisian daya dan kontrol suhu.

Dilansir dari TheVerge (17/5), Tesla tidak memberikan detail mengenai update yang diberikan. Pasalnya, software baterai merupakan salah satu faktor yang dijaga rapat oleh Tesla. Seperti biasa, update tersebut diberikan secara over-the-air.


BACA JUGA

Tesla minta Apple bantu gugat mantan karyawannya

Mantan karyawan Tesla ambil data Autopilot perusahaan

Chip FSD Tesla akan hadir tahun ini


Untuk diketahui, sebelum update ini diberikan, muncul sejumlah laporan yang menyatakan bahwa mobil listrik Tesla tiba-tiba terbakar ketika berada di tempat parkir. Bulan April lalu, sebuah Tesla Model S dilaporkan terbakar di kawasan Shanghai ketika sedang tidak digunakan. Laporan itu langsung menyebar luas berikut dengan rekaman videonya. Tesla kemudian mengirim tim untuk menyelidiki masalah tersebut. Namun hingga saat ini, pernyataan resmi hasil penyelidikan belum juga diberikan.

Masalah yang sama terjadi di Hongkong. Sebuah Model S kembali terbakar di tempat parkir. Peristiwa itu terjadi di Hong Kong. Berdasarkan laporan yang ada, sang pemilik baru saja mengisi daya baterai mobil Tesla miliknya.

“Sembari melanjutkan penyelidikan kami tentang penyebab utama [kebakaran mobil Tesla], kami merevisi pengaturan manajemen suhu dan pengisian daya pada Model S dan Model X yang akan diluncurkan hari ini, untuk membantu perlindungan tambahan untuk baterai dan meningkatkan umur baterai.” demikian pernyataan Tesla.

Sebenarnya Tesla sudah dua kali memberikan update untuk mengurangi potensi terbakarnya mobil listrik tersebut. Setidaknya di tahun 2016, Tesla merilis pembaruan software untuk memberikan keamanan ekstra selama pengisian baterai. Hal ini dilakukan setelah sebuah Model S terbakar di Norwegia. Tiga tahun sebelumnya, Tesla memberi update untuk meningkatkan ground clearence Model S untuk mengurangi risiko serpihan yang dapat menusuk baterai. Barulah kemudian Tesla memberikan proteksi fisik tambahan untuk paket baterainya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: