sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
Selasa, 20 Jul 2021 08:33 WIB

Teleskop luar angkasa NASA akhirnya kembali berfungsi

Teleskop luar angkasa, Hubble bulan lalu sempat mengalami gangguan sehingga menghambat operasi penelitian NASA. Tapi, NASA akhirnya berhasil memperbaiki Hubble dan mengoperasikannya kembali.

Teleskop luar angkasa NASA akhirnya kembali berfungsi
Credit: NASA

Butuh sebulan bagi National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk memperbaiki teleskop luar angkasa, bernama Hubble dimana telah berusia 30 tahun. Hubble sempat mengalami gangguan komputer pada 13 Juni lalu. Gangguan ini menyebabkan semua operasi yang dijalankan oleh Hubble terhenti dan teleskop akhirnya harus dialihkan ke safe mode.

Dilansir dari Autoevolution (19/7), banyak kegagalan dan butuh beberapa upaya yang dilakukan NASA untuk mengoperasikan kembali Hubble. Tapi baru-baru ini, NASA akhirnya berhasil membawa teleskop luar angkasa itu kembali beroperasi. NASA telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebab masalah yang akhirnya membuat Hubble berhenti beroperasi.

Dalam upaya pengidentifikasian, NASA membentuk tim khusus untuk melakukan serangkaian tes yang meliputi memulai dan mengonfigurasi ulang komputer utama serta cadangan dari Hubble. Setelah serangkaian upaya dilakukan, tim tersebut menyimpulkan bahwa masalah terjadi pada Power Control Unit (PCU), yang menggerakan komputer dari Hubble.

Baru-baru ini, NASA dikabarkan telah berhasil untuk mengaktifkan kembali Hubble dengan cara mengalihkan seluruh perangkat komputer utama ke cadangan. Jadi, PCU yang menjadi masalah dan merupakan bagian dari perangkat komputer dialihkan ke versi cadangannya. Tim saat ini sedang memantau komputer cadangan untuk memeriksa apakah semuanya berfungsi dengan baik.

Melalui Hubble yang telah diperbaiki, tim telah melanjutkan operasi dengan instrumen penelitian yang telah dimasukkan ke safe mode. Menurut NASA, langkah-langkah ini diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu hari karena tim harus memastikan bahwa instrumen dapat bekerja pada suhu yang stabil di luar angkasa.Sebelum kembali ke science mode, tim juga akan melakukan kalibrasi awal pada instrumen penelitian tersebut.

Langkah perbaikan ini juga sebagai persiapan Hubble agar dapat bergabung dengan James Webb Space Telescope (JWST) di luar angkasa pada akhir tahun nanti. Sementara itu, JWST akan mengorbit pada jarak yang lebih jauh sekitar 930.000mil (1.500.000km) dari bumi. JWST akan dilengkapi dengan resolusi dan sensitivitas inframerah yang ditingkatkan, yang memungkinkan NASA dapat mengintip objek paling jauh di alam semesta.

Share
×
tekid
back to top