Teleskop James Web akan amati atmosfer planet gas raksasa

Teleskop luar angkasa James Webb milik NASA akan melangsungkan misinya memeriksa atmosfer planet gas raksasa

Teleskop James Web akan amati atmosfer planet gas raksasa (Foto: Skymania)

Teleskop luar angkasa James Webb milik NASA akan melangsungkan misinya memeriksa atmosfer planet gas raksasa. Teleskop penerus Hubble itu disebut NASA akan meluncur pada Maret 2021. Webb menargetkan planet yang mengorbit bintang katai merah (Red Dwarf), karena bintang itu lebih kecil dan redup. Alhasil Webb akan lebih mudah untuk menerima sinyal dari planet tersebut.

Katai merah juga merupakan bintang paling umum di galaksi. Tim proyek exoplanet transit di pusat operasi Webb berencana melakukan tiga jenis pengamatan berbeda yang akan memberikan pengetahuan ilmiah baru dan pemahaman yang lebih terkait kinerja instrumen sains Webb.


BACA JUGA

Virgin Galactic telah gapai antariksa

InSight, robot penjelajah NASA berhasil mendarat di Mars

NASA umumkan untuk kembali dan menetap di Bulan


"Kami memiliki dua tujuan utama. Yang pertama adalah untuk mendapatkan set data transit exoplanet dari Webb ke komunitas astronomi sesegera mungkin. Kedua, melakukan beberapa sains hebat sehingga para astronom dan masyarakat mampu melihat seberapa kuat observatorium ini," kata Jacob Bean dari University of Chicago, peneliti utama proyek transit exoplanet.

"Tujuan tim kami memberikan pengetahuan dan wawasan kritis kepada komunitas astronomi yang akan membantu mengkatalisasi penelitian exoplanet dan memanfaatkan Web sebaik-baiknya dalam waktu terbatas yang kami miliki," ujar Natalie Batalha dari NASA Ames Research Center, kepala proyek tersebut.

Ketika sebuah planet melintas didepan bintang atau hanya transit, cahaya bintang disaring melaui atmosfer planet. Molekul atmosfer kemuduan menyerap panjang gelombang tertentu, warna atau cahaya. Dengan memecah cahaya bintang menjadi spektrum pelangi, astronom bisa mendeteksi bagian-bagian cahaya yang hilang dan menentukan molekul apa yang ada di atmosfer planet.  

Untuk pengamatan ini tim memilih WASP-79b, planet yang memiliki ukuran seperti Jupiter dan berjarak sekitar 780 tahun cahaya dari Bumi. Tim mengharapkan mampu mendeteksi dan mengukur limpahan air, karbon monoksida, serta karbon dioksida planet tersebut. Webb juga kemungkinan akan mendeteksi molekul baru yang belum terlihat di atmosfer exoplanet.

Dengan mengamati seluruh orbit, astronom dapat mengamati variasi tertentu dan menggunakan datanya untuk memetakan suhu planet, awan, dan kimianya. Tim juga akan mengamati kurva fase "hot Jupiter" atau dikenal sebagai WASP-43b, yang mengorbit bintangnya dalam waktu kurang dari 20 jam. 

Dengan melihat panjang gelombang cahaya yang berbeda, mereka bisa mengetahui atmosfer pada kedalaman berbeda dan mendapatkan strukturnya lebih lengkap. "Kami telah melihat variasi yang dramatis dan tak terduga untuk planet ini dengan Hubble dan Spitzer. Dengan Webb, kami akan mengungkap variasi ini secara signifikan dan lebih detil untuk memahami proses fisiknya," kata Bean. Demikian dilansir Finacial Express

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: