Teknologi modifikasi gen dapat selamatkan pasien

Pengobatan tersebut tidak sama dengan penyembuhan, tetapi hasilnya memang drastis dan kemungkinan menyelamatkan jiwa.

Teknologi modifikasi gen dapat selamatkan pasien Source: Pexels

Secara umum dokter menggunakan bakteriofag atau virus pembunuh bakteri untuk membunuh bakteri yang kebal antibiotik ketika mereka kehabisan pilihan, atau karena sulit untuk menemukan metode yang ideal. Mungkin butuh berbulan-bulan atau lebih untuk menemukan kandidat yang layak. Meski demikian mereka mungkin memiliki solusi yang lebih cepat.

Dilansir dari Engadget (15/5), para peneliti telah berhasil menggunakan virus yang dimodifikasi secara genesis untuk mengobati infeksi kronis yang resisten pada seorang gadis remaja setelah transplantasi paru-paru.


BACA JUGA

Lem canggih ini bisa rekatkan organ yang terluka

Magnet bisa bantu perbaiki patah tulang

Ilmuwan berhasil cetak pembuluh darah secara 3D


Tim ilmuwan tersebut menemukan tiga bakteriofag yang dapat bermanfaat (termasuk dari terong membusuk) dan memodifikasinya untuk memaksimalkan kemampuannya demi menargetkan dan menghapus strain bakteri. Setelah siap, mereka memberikan infus dua kali sehari kepada remaja tersebut serta perawatan permukaan pada luka kulit akibat infeksi.

Pengobatan tersebut tidak sama dengan penyembuhan, tetapi hasilnya memang drastis dan kemungkinan menyelamatkan jiwa. Menurut NPR, infeksi tersebut telah hampir hilang, dan remaja itu sekarang cukup sehat untuk melanjutkan kehidupan normalnya. Selain itu, tidak ada efek samping.

Mungkin perlu waktu lama sebelum kita melihat perawatan ini secara teratur. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menentukan kemanjuran bakteriofag yang dimodifikasi tersebut, dan apakah ia aman untuk digunakan. Namun, ini mengisyaratkan bahwa teknologi modifikasi gen tersebut suatu hari bisa mengatasi infeksi yang membandel serta memberikan kesempatan kedua bagi orang-orang yang kehilangan harapan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: