Teknologi baterai baru bisa membuat mobil listrik terisi dalam waktu 10 menit

Sekelompok peneliti berhasil menemukan solusi baru untuk baterai mobil listrik. teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik sebanyak 80 persen hanya dalam waktu 10 menit.

Teknologi baterai baru bisa membuat mobil listrik terisi dalam waktu 10 menit Source: Yang Wang Group

Adopsi pada mobil listrik lambat laun sudah semakin menjamur. Selain Tesla, beberapa manufaktur otomotif pun mulai mengembangkan kendaraan listrik mereka sendiri. Tentunya, masing-masing hadir dengan keunggulan sendiri dan cakupan jarak yang semakin jauh. 

Kendati jarak tempuh yang dimiliki mobil listrik sudah semakin besar, namun beberapa persoalan masih ditemui pada mobil listrik, salah satunya adalah pengisian daya yang relatif lebih lama ketimbang mengisi bahan bakar minyak. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Feri listrik ini punya baterai 56 ton

Peneliti berhasil gandakan kapasitas baterai

Ilmuwan kembangkan baterai baru khusus untuk energi terbarukan


Namun sekelompok peneliti dari Universitas Negeri Penn berhasil menemukan solusi dari masalah tersebut. Tim yang dipimpin oleh Chao Yang Wang ini mengklaim sudah menemukan teknologi baterai baru yang dapat diisi dengan lebih cepat ketimbang baterai mobil listrik yang ada saat ini. 

Wang dan timnya menyatakan bahwa solusi baterai buatan mereka mampu diisi daya dengan cepat. Klaim mereka menyebut bahwa baterai baru ini dapat terisi sebanyak 80 persen hanya dalam waktu 10 menit saja. Kendati belum sebanding dengan waktu pengisian bahan bakar minyak, hal ini dinilai sudah lebih baik dari teknologi pengisian daya baterai mobil listrik saat ini. 

Sebagai pembanding, Tesla yang didapuk salah satu pionir mobil listrik ini mengatakan dalam blog resminya bahwa sebuah baterai mobil Tesla dapat diisi sebanyak 80 persen dalam waktu 30 menit. Itu pun sudah menggunakan teknologi pengisian cepat SuperCharger milik Tesla. Sementara itu, sebuah situs asal Inggris menyebut bahwa Tesla Model 3 dengan kapasitas baterai 75kWh dapat terisi penuh dalam waktu 26 menit. Itu bisa terjadi jika menggunakan teknologi pengisian cepat yang tersedia di lahan parkir khusus. 

Dilansir dari Ubergizmo (31/10), penelitian Wang ini berangkat dari ide yang sederhana, yaitu mencoba memompa baterai lithium dengan energi sebanyak mungkin. Masalah yang kerap dimiliki superharger baterai lithium adalah dalam prosesnya terdapat kemungkinan utnuk terbentuknya endapan seperti pelat pada permukaan elektroda negatif. Hal inilah yang menyebabkan masa pakai baterai semakin berkurang. 

Penelitian Wang dilakukan dengan memanaskan baterai pada temperatur yang tinggi terlebih dahulu. Temperatur tinggi akan mencegah terbentuknya endapan pelat lithium tersebut. Dalam pengujian tanpa pemanasan, endapan pelat itu mulai terbentuk setelah 60 siklus pengisian. Namun setelah dipanaskan, mereka mampu melakukan 2500 siklus tanpa menunjukkan adanya endapan pelat lithium tersebut. Ini dikatakan setara dengan 750.000 km. 

Sayangnya belum diketahui kapan solusi Wang dan timnya ini akan dibuat sebagai produk komersial. Kendati begitu, para peneliti tersebut berharap mereka dapat mengurangi waktu pengisian daya baterai setidaknya sampai berdurasi hanya 5 menit saja. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: