Startup ini kembangkan mobil terbang bertenaga hidrogen

Sel hidrogen memiliki kepadatan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan baterai. Artinya mobil terbang tersebut mampu menyimpan lebih banyak energi.

Startup ini kembangkan mobil terbang bertenaga hidrogen

Perusahaan rintisan (startup) Alaka’I Technologies baru saja mengembangkan mobil terbang yang diberi nama Skai. Mereka berencana untuk menggunakan kendaraannya sebagai taksi terbang atau kendaraan pengiriman. Dilansir dari Digital Trends (29/5), mobil terbang tersebut mengandalkan sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber energi.

Alaka’i percaya bahwa hidrogen merupakan energi terbersih yang tersedia di Bumi. Banyak desain pesaing yang menggunakan baterai, tetapi Alaka’i yakin hidrogen memiliki dampak untuk lingkungan yang lebih rendah dan performa lebih baik. Sel hidrogen memiliki kepadatan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan baterai. Artinya Skai mampu menyimpan lebih banyak energi.


BACA JUGA

Mobil listrik ini punya 4 motor induksi, harganya Rp17,8 miliar

UPS siap antar barang gunakan truk otonom

Jokowi keluarkan Perpres soal kendaraan listrik


Hal ini memungkinkan pengurangan bobot tanpa mengorbankan rentang operasi. Sel bahan bakar mobil terbang ini 99 persen dapat didaur ulang, pengisian ulang bahan bakar ini juga lebih cepat dibandingkan dengan mengisi ulang baterai, hanya kurang dari 10 menit.

Jarak tempuh lebih panjang dan waktu pengisian bahan bakar yang lebih cepat memang menjadi keunggulan sel hidrogen, tetapi memproduksi dan mendistribusikan hidrogen bukanlah hal mudah. Alaka’i akan mendapatkan hidrogen dari sumber-sumber terbarukan, seperti angin, matahari dan listrik tenaga angin.

Ketimbang membangun jaringan stasiun pengisian bahan bakar permanen, Alaka’i berencana untuk mengisi bahan bakar mobil Skai dari truk, mirip dengan cara pesawat terbang mengisi bahan bakar di landasan pacu bandara.

Sel bahan bakar Skai menyediakan daya motor listrik yang memutar enam buah rotor. Konfigurasi itu memberi Skai penampilan seperti drone raksasa. Skai memiliki ruang untuk empat penumpang dan pilot. Kecepatan jelajah Alaka’i bisa menempuh hingga 190 km/jam. Bahan bakar hidrogennya diinformasikan diisi setiap 643 kilometer.

Namun Skai perlu menyelesaikan sertifikasi Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) sebelum dapat diproduksi. Alaka’i bertujuan untuk menyelesaikan proses ini pada tahun 2020.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: