Startup asal Jerman uji coba taksi terbang bertenaga listrik

Taksi terbang ini dilaporkan ditenagai oleh 36 mesin listrik yang menghasilkan 2.000 tenaga kuda serta memungkinkannya melaju terbang hingga kecepatan 200 km/jam.

Startup asal Jerman uji coba taksi terbang bertenaga listrik Source: Lilium via Engadget

Perusahaan rintisan (startup) khusus taksi terbang Lilium dilaporkan telah menyelesaikan tahap pertama pengujian penerbangan. Lilium Jet miliknya kini dapat terbang dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Dilansir dari Engadget (22/10), perusahaan yang berbasis di Jerman tersebut menyampaikan telah berhasil melakukan penerbangan baru dan mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan fasilitas manufaktur khusus pertama, yang memiliki luas 3.000 meter persegi di kantor pusatnya di Munich.

Lilium telah mengerjakan kendaraan yang dapat lepas landas dan mendarat vertikal (vertical take-off and landing / VTOL) selama beberapa tahun, dan musim semi ini kita akan melihat purwarupa kendaraan tersebut terbang di udara.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Hi,Tech Conference siap bawa startup naik kelas

Bagaimana posisi Indonesia di mata Industrialis Korea?

Perusahaan asal Korea ini punya solusi IoT untuk makanan dan minuman


Uji coba ini menunjukkan kendaraan dapat melayang dan terbang secara horizontal. Perusahaan ini mengklaim jet VTOL telah menyelesaikan lebih dari 100 uji terbang, termasuk uji keamanan. Kini akan beralih ke fase kedua, yang akan menguji performa dalam kecepatan tinggi.

Taksi terbang ini dilaporkan ditenagai oleh 36 mesin listrik yang menghasilkan 2.000 tenaga kuda serta memungkinkannya melaju terbang hingga kecepatan 300 km/jam. Dengan demikian ini digadang-gadang memiliki potensi untuk mengangkut lima penumpang, dan tentu saja tidak akan mengeluarkan emisi sama sekali saat beroperasi.

Perusahaan startup tersebut berencana untuk memulai layanan komersial pada tahun 2025, dan pada saat itu, mereka berharap dapat memproduksi ratusan pesawat setiap tahun. Lilium akan segera menambah fasilitas manufaktur kedua, dan diharapkan untuk menciptakan hingga 500 lapangan pekerjaan baru.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: