Startup asal AS daur ulang baterai untuk kebutuhan listrik rumah

Rivian akan menggunakan baterai bertenaga 135 kw dari kendaraan pengembangannya sebagai baterai bekas di Adjuntas.

Startup asal AS daur ulang baterai untuk kebutuhan listrik rumah

Sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Amerika Serikat yang dikenal berfokus pada teknologi baterai dan mobil listrik, Rivian, sebelumnya telah merencanakan sistem pengisian “Rivian-to-Rivian”. Sistem ini memungkinkan kendaraannya saling mengisi.

Dilansir dari Engadget (14/6), kini startup tersebut ingin mengubah baterai bekas menjadi sistem penyimpanan energi untuk panel tenaga surya di Puerto Rico.


BACA JUGA

Honda punya mobil listrik modular

Mobil listrik Toyota siap ramaikan gelaran Olimpiade

Mobil listrik Lotus hanya perlu 9 menit untuk isi penuh baterai


Rivian akan menggunakan baterai bertenaga 135 kw dari kendraan pengembangannya sebagai baterai bekas di Adjuntas, sebuah kota yang terkena dampak hebat oleh badai Maria pada 2017. Jika terjadi pemadaman sewaktu-waktu, panel mikrogrid akan menyediakan listrik untuk bisnis inti. Selain itu, sistem panel akan mengimbangi tagihan listrik sehari-hari.

Proyek ini dikerjakan dalam kemitraan dengan Honnold Foundation, yang didirikan oleh Alex Honnold, dan Casa Pueblo, sebuah LSM yang berbasis di Adjuntas. Para mitra secara resmi akan mengumumkan proyek di sebuah acara di Denver, dan diharapkan bakal meluncur pada tahun 2020, sekitar waktu yang sama mobil listrik pertama Rivian meluncur.

Rivian bukanlah perusahaan mobil listrik pertama yang mendaur ulang baterai dalam sistem penyimpanan energi. Renault memberi tenaga sebuah pulau di Portugal dengan energi angin dan baterai daur ulang, dan Nissan menggunakan baterai Leaf yang sudah tak terpakai untuk menyalakan lampu jalan.

Karena semakin banyak perusahaan masuk ke kancah mobil listrik, kemungkinan besar kita akan melihat lebih banyak produsen mobil memberikan baterai daur ulang untuk kehidupan sehari-hari.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: