SpaceX konfirmasi meledaknya kapsul Crew Dragon.

SpaceX mengonfirmasi hilangnya salah satu kapsul Crew Dragon selama pengujian berlangsung di pendaratan Cape Canaveral.

SpaceX konfirmasi meledaknya kapsul Crew Dragon. (Foto: Daily Express)

SpaceX mengonfirmasi hilangnya salah satu kapsul Crew Dragon selama pengujian berlangsung di pendaratan Cape Canaveral, Florida, pada April lalu. Hans Koenigsmann, wakil presiden SpaceX dalam sebuah konferensi mengatakan ada anomali dengan salah satu mesin yang menghancurkan kapsul Crew Dragon. 

Tak ada dampak cedera yang terjadi dalam ledakan itu. Namun Koenigsmann mengatakan penyidik belum bisa menentukan penyebab pasti ledakan tersebut. Crew Dragon dirancang oleh SpaceX untuk membawa astronot ke orbit di antara Bumi dan Stasiun Luar Angkasa (International Space Station/ISS). Kapsul ini mirip dengan Dragon kargo yang telah digunakan perusahaan untuk membawa pasokan ke ISS sejak 2012.


BACA JUGA

Ini penyebab meledaknya Crew Dragon saat uji coba

Ilmuwan soroti dampak negatif StarLink

Ide gila Starlink wujudkan internet berskala global


Lebih lanjut Koenigsmann mengatakan bahwa Crew Dragon telah aktif sesuai rencana, dengan Draco pendorong kapsul yang beroperasi sesuai rencana.

"Kami megaktifkannya dalam dua set, masing-masing selama lima detik dan itu berjalan dengan sangat baik," kata Koenigsmann. 

Namun tepat sebelum mereka menembakkan pendorong SuperDraco yang lebih kuat, sebuah anomali menyebabkan ledakan yang menghancurkan kendaraan. Padahal SuperDraco dirancang untuk membawa kapsul dan astronotnya menjauh dari roket saat ada masalah saat lepas landas.

"Meski masih terlalu dini untuk mengonfirmasi penyebabnya, data awal menunjukkan bahwa anomali terjadi selama aktivasi sistem SuperDraco," ujarnya.

Kendati demikian dia menambahkan tak ada alasan untuk mempercayai bahwa insiden itu disebabkan oleh masalah mesin SuperDraco. Pasalnya sistem itu telah melalui pengujian hingga 600 kali sejauh ini.

"Anomali terjadi selama tes, bukan selama penerbangan. Itu sebabnya kami menguji. Jika ini harus terjadi, saya lebih suka itu terjadi di daratan, dalam program pengembangan... kita akan mengambil pelajaran dari ini dan saya yakin ini akan membantu kita untuk memastikan bahwa Crew Dragon adalah salah satu kendaraan luar angkasa manusia yang paling aman yang pernah dibangun."

Meskipun mengalami kemunduran, SpaceX berencana untuk terus menggunakan Crew Dragon dalam misi untuk memasok muatan ke ISS, sebagai bagian dari pengujian yang sedang berlangsung dan diarahkan untuk penerbangan Crew Dragon selanjutnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: