Sensor buatan MIT bisa selamatkan penderita radang akut

Dokter mungkin dapat mendiagnosa sepsis lebih awal untuk menyelamatkan nyawa, bahkan di fasilitas perawatan kesehatan di mana sistem yang ada tidak praktis.

Sensor buatan MIT bisa selamatkan penderita radang akut Felice Frankel/MIT via Engadget

Kondisi di mana sistem kekebalan tubuh mulai lemah dan tentan terhadap peradangan, atau dikenal sebagai sepsis merupakantermasuk penyakit mematikan. Saat ini masih sulit dan alat yang berat untuk mendiaknosis penyakit tersebut. Dilansir dari Engadget (24/7), para peneliti di MIT memiliki cara untuk mengidentifikasi sepsis dalam waktu 25 menit, cukup bagi dokter untuk memulai perawatan. Mungkin belum terlalu terlihat banyak, tetapi menjanjikan deteksi yang jauh lebih sensitif daripada sebelumnya.

Para ilmuwan tahu bahwa kadar protein interleukin-6 (IL-6), yang diproduksi sebagai respons terhadap peradangan, cenderung meningkat beberapa jam sebelum gejala sepsis lainnya muncul. Mereka biasanya terlalu lemah untuk dikenali dengan cepat, tetapi sensor mikrofluida tidak memiliki masalah itu. Salah satu saluran fluida-nya termasuk microbead yang diberi antibodi yang bercampur dengan sampel darah untuk merobek biomarker IL-6, sementara saluran lain menempelkan microbead tersebut dengan biomarker ke elektroda.


BACA JUGA

Wahana NASA Mars 2020 akan dilengkapi kemampuan robotik baru

Ini bukan stiker, tapi sensor tubuh

Ilmuwan coba implan otak dengan teknologi LED


Ketika seseorang mengalirkan tegangan melalui elektroda, itu menghasilkan sinyal setiap kali salah satu microbead IL-6 melewatinya. Dokter dapat mendeteksi peningkatan IL-6 yang merata selama pengujian, dan hanya memerlukan lebih banyak saluran untuk memproses sampel secara paralel.

Selain ringkas, perangkat ini dikabarkan berbiaya terjangkau dengan sistem portabel yang ada. Hal yang paling penting adalah dokter tidak perlu memberikan sampel besar. Tusukan satu jari darah biasanya cukup dibandingkan dengan beberapa mililiter yang dibutuhkan sistem saat ini.

Teknologi ini belum siap untuk rumah sakit. Masih membutuhkan banyak penyempurnaan, termasuk rencana untuk mendeteksi biomaker sepsis lainnya seperti IL-8, protein C-reaktif dan prokalsitonin. Setelah sistem rampung, dokter mungkin dapat mendiagnosa sepsis lebih awal untuk menyelamatkan nyawa, bahkan di fasilitas perawatan kesehatan di mana sistem yang ada tidak praktis.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: