Seberapa sulit melakukan pendaratan di Mars?

Pendaratan di Mars digambarkan sebagai enam menit yang penuh dengan teror. Sebenarnya, seberapa sulit melakukan pendaratan di planet merah itu?

Seberapa sulit melakukan pendaratan di Mars? Source: Google

Elon Musk beberapa waktu lalu menyatakan akan membangun pangkalan di Mars. Selanjutnya, pangkalan tersebut akan digunakan sebagai tempat tinggal koloni manusia. Bahkan, dia menyatakan, sekitar lebih dari 70 persen kemungkinan dirinya akan ikut meluncur ke Mars.

Namun, untuk bisa sampai dengan selamat ke Mars tidak semudah membalik telapak tangan. Ada beberapa faktor yang menjadikan planet merah tersebut lebih berbahaya ketimbang planet lain yang pernah diteliti manusia.


BACA JUGA

Ini penyebab meledaknya Crew Dragon saat uji coba

Ilmuwan soroti dampak negatif StarLink

Ide gila Starlink wujudkan internet berskala global


DIlansir dari TechInsider (11/12), dari seluruh total pendaratan yang pernah dilakukan, hanya 40 persen yang berhasil dengan selamat. Sisanya mengalami kegagalan. Padahal, dibanding planet lainnya, lanskap Mars terbilang lebih mudah dengan banyaknya kontur datar dan landai. Di Mars pun tidak terdapat awan beracun seperti di Venus.

Justru bukan lanskap yang menjadi kendala mendarat di Mars, melainkan atmosfer Mars. Untuk diketahui, atmosfer Mars tidak seperti Bumi. Tekanan atmosfir Bumi dikatakan 100 kali lebih besar daripada Mars. Hal inilah yang akan mempengaruhi proses pendaratan.

Dr.Firouz Naderi, seorang staf program Mars di NASA menyebutkan bahwa pendaratan di Mars merupakan enam menit yang penuh dengan teror. Rendahnya atmosfer Mars membuat minimnya jumlah gesekan untuk memperlambat laju jatuhnya suatu benda. TechInsider mencoba membandingkannya dengan kegiatan skydiving.

Ketika seseorang membuka parasut saat skydiving, kecepatan turunnya akan berkurang sekitar 32 km/jam. Sementara apabila hal tersebut dilakukan di Mars, meski sudah membuka parasut, orang tersebut akan tetap meluncur dengan kecepatan 321 km/jam. Hasilnya tumbukan keras akan terjadi.

Untuk dapat melakukan skydiving di Mars, dibutuhkan parasut dengan ukuran 10 kali lebih besar daripada parasut yang biasa digunakan di Bumi. Sayangnya, hal tersebut menjadi tidak relevan ketika manusia mencoba menurunkan Rover Curiosity untuk menjelajah Mars.

Salah satu solusi yang dibuat NASA adalah dengan menggunakan roket pendorong untuk menahan laju jatuh di Mars. Meski begitu, hal ini tetap memiliki tantangan tersendiri.

Friouz Naderi, dalam situs resmi NASA, mengatakan bahwa teror pendaratan di Mars akan dimulai ketika berada di ketinggian yang sama dengan pesawat komersial, kira-kira 35.000 kaki. Butuh waktu 100 detik untuk mencapai daratan dari ketinggian tersebut.

Dalam waktu 100 detik itu, NASA harus membuka parasut kemudian mengaktifkan roket pendorong ketika parasut dilepas. Kesalahan waktu pembukaan parasut dan aktivasi roket bisa berujung fatal. Maka, tidak salah jika Dr. Firouz Naderi menggambarkan pendaratan di Mars disebut sebagai enam menit yang penuh teror. Pasalnya, enam menit ini akan menentukan apakah misi di Mars bisa dijalankan atau tidak.

Butuh waktu yang tidak sebentar bagi sebuah armada luar angkasa untuk sampai ke Mars. Di sistem tata surya, Mars memang bersebelahan dengan Bumi. Meski begitu, jarak keduanya mencapai 230 juta km. Rekor perjalanan ke Mars paling cepat memakan waktu 128 hari. Namun, rata-rata perjalanan ke Mars butuh waktu sekitar 200 hingga 300 hari.

Nah, bagaimana  nantinya Elon Musk akan merealisasikan misi ke Mars ini? Kita tunggu aksinya di tahun 2022. SpaceX akan mennerbangkan kargo pertama di tahun itu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: