Robot DC-2, robot pertama di dunia yang ditangkap polisi

Untungnya, setelah ditangkap oleh polisi, robot yang bernama DC-2 tersebut dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Robot DC-2, robot pertama di dunia yang ditangkap polisi DC-2 (Gizmodo)

Perkembangan robot saat ini sudah mencapai titik yang sangat mengesankan. Beberapa robot, seperti milik Boston Dynamics telah mampu memiliki perilaku seperti makhluk. Robot-robot ini mampu bertingkah seperti manusia dan anjing.

Selain dikembangkan dengan baik, ada juga robot yang ternyata dikembangkan dengan buruk sehingga menimbulkan masalah.


BACA JUGA

Mobil dengan pemindai sidik jari hadir di 2019

Bose punya kacamata hitam yang bisa memutar musik

AV reciever merek Arcam didukung tata suara Imax Enhanced


Salah satunya adalah DC-2, sebuah robot yang diciptakan oleh Android Amusement Corporation. Pada 18 Agustus 1982, kepolisian Beverly Hills melaporkan bahwa mereka telah menangkap robot untuk pertama kalinya.

Hal ini dimulai pada saat robot tersebut dipakai untuk menyebarkan kartu nama. Kala itu, menyebarkan kartu nama di jalan merupakan sesuatu yang ilegal dan dapat memancing keributan. Tak lama kemudian, polisi pun datang untuk menangkap robot dan sang operator.

Saat sampai di lokasi, sang operator robot menolak untuk memberikan informasi dirinya. Dia pun sempat meronta pada saat ingin ditangkap.

"Tolong aku! Mereka mencoba memisahkanku!" kata sang operator.

Setelah mencabut sumber listriknya, polisi pun tetap membawa sang robot ke kantor polisi Beverly Hills.

"Ini bukan hal yang paling aneh yang kita temui di sana," kata salah satu saksi mata.

Usut punya usut, operator dari DC-2 tersebut adalah dua remaja laki-laki, yakni Shawn (15) dan Scott Beley (17). Mereka mengambil robot tersebut dari Ayah mereka, Gene Beley, sang pemilik perusahaan Android Amusement Corporation, tanpa izin.

Namun, anehnya tidak jelas mengapa anak-anak itu menggunakan robot untuk membagikan kartu nama. Gene pun menolak dugaan dia menyuruh anaknya melakukan hal tersebut.

Ada banyak hal yang lebih menyenangkan untuk dilakukan dengan robot seharga USD30 ribu (sekitar Rp473 juta) daripada mempromosikan perusahaan ayah Anda. Seperti, katakanlah dengan menyelenggarakan pesta dan lainnya. Untungnya, tidak ada tuduhan yang diajukan dan robot itu akhirnya dikembalikan.

"Saya senang DC-2 bisa pulang," kata Beley.

"Kami merasa seperti (ada) anggota keluarga ada di penjara." pungkasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: