Robot berbasis AI bisa kerjakan banyak hal

Biasanya sebuah robot diprogram untuk melakukan satu hal secara rutin. Berkat bantuan AI, robot Blue bisa melakukan banyak hal.

Robot berbasis AI bisa kerjakan banyak hal Source: NewAtlas

Robot di masa depan bakal bisa lebih fleksibel ketimbang robot yang biasa dioperasikan saat ini. Biasanya robot menjalankan tugas rutin tertentu. Oleh karena itu, ada beberapa robot yang dapat menjalankan tugas berbeda-beda.

Dilansir dari NewAtlas (11/4), sejumlah peneliti di bawah pimpinan Profesor Pieter Abbeel dikabarkan mengembangkan Blue, robot yang diklaim dapat mengerjakan berbagai tugas baru melalui dukungan artificial intelligence. Tak hanya itu, Blue juga dapat belajar melalui panduan yang diberikan manusia dengan menggunakan kontroler.


BACA JUGA

NASA kembangkan robot baru untuk misi luar angkasa

Alat ini menjadi solusi energi di daerah bersalju tebal

Peneliti jabarkan temuan baru terkait evolusi kehidupan di Bumi


Menariknya, Blue didesain untuk tidak dapat melukai manusia ketika gagal melakukan tugasnya. Robot ini sebagian besar dibangun dengan menggunakan bahan plastik yang dapat dengan mudah didorong ketika menghalangi pergerakan manusia. Ditambah lagi, Blue akan berhenti bekerja ketika menemui objek yang tidak dapat dipindahkan.

Blue merupakan sebuah robot dengan dua lengan, mirip lengan manusia yang membuatnya makin intuitif ketika memulai proses pelatihan. Namun kekuatannya tidak dapat dibandingkan dengan kekuatan robot pada umumnya. Blue hanya dapat mengangkat berat maksimum sekitar 2 kg dengan satu tangan.

Seperti halnya manusia, robot ini mampu mengangkat muatan yang lebih berat dalam waktu singkat. Kemudian Blue harus beristirahat agar motornya dapat digunakan kembali.

Pelatihan Blue melibatkan sebuah proses yang bernama reinforcement learning, suatu jenis metode AI yang populer di dunia robotik. Caranya adalah dengan memerintahkan robot menyelesaikan tugas tertentu dan memberikan penghargaan ketika terlaksana dengan baik.

Pada intinya, ini merupakan proses trial and error dimana robot akan mempelajari suatu pekerjaan secara perlahan-lahan seiring berjalannya waktu. Saat ini Blue mulai dipasarkan dengan harga USD5,000 atau sekitar Rp70 jutaan. Blue diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pelaku industri lain untuk melakukan penelitian AI di bidang robotika.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: