Platform ini hadir mudahkan peluncuran roket

Tampaknya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk Photon segera beroperasi. Peluncuran pertama dijadwalkan pada kuartal keempat tahun ini.

Platform ini hadir mudahkan peluncuran roket Source: Rocket Lab

Selain membawa satelit ke orbit, Rocket Lab juga ingin memberi daya pada satelit. Perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat tersebut baru saja mengumumkan platform satelit bernama Photon. Dilansir dari Engadget (9/4), platform ini berbentuk sederhana dengan cakupan avionik, kontrol ketinggian, penyimpanan data, daya dorong dan tenaga surya dalam sebuah unit yang dapat disesuaikan untuk setiap misi.

Photon dapat menangani misi yang berlangsung selama lima tahun di orbit rendah Bumi, dengan muatan hingga 125 kg tergantung pada konfigurasi dan jalur terbang. Kecepatan komunikasi memang tidak terlalu cepat, hanya pada kisaran 512 Kbps, namun dapat menampung data hingga 1 TB.


BACA JUGA

Ilmuwan berhasil temukan molekul paling awal di alam semesta

NASA temui planet seukuran Bumi

Teknologi suara ultrasonik bisa ubah pikiran hewan


Tampaknya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk Photon segera beroperasi. Peluncuran pertama dalam bentuk apapun dijadwalkan pada kuartal keempat tahun ini.

Ini merupakan strategi yang relatif tidak biasa. SpaceX dan perusahaan swasta lainnya cenderung hanya membuat roket untuk misi satelit. Namun, Rocket Lab bertaruh bahwa itu dapat berkembang dan mendukung hampir semua hal. 

Rocket Lab sendiri adalah produsen dirgantara swasta AS. Perusahaan ini didirikan di Selandia Baru pada tahun 2006 oleh Peter Beck dan kemudian pindah ke California.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: