Pesawat antariksa, LightSail 2 manfaatkan layar di ruang angkasa

LightSail 2 kabarnya berhasil mengembangkan layarnya. Pesawat ini bakal mematahkan stigma kalau pesawat luar angkasa harus menggunakan mesin roket untuk bergerak di ruang tanpa gravitasi itu.

Pesawat antariksa, LightSail 2 manfaatkan layar di ruang angkasa Source: Planetary Society

LightSail 2, pesawat antariksa yang didesain untuk bergerak dengan mengandalkan energi foton dari matahari kabarnya telah berhasil mengembangkan layarnya. Planetary Society, lembaga yang telah berhasil membuat LightSail 2 mengumumkan, layar tersebut berhasil dibuka dua hari lalu. Saat ini, LightSail 2 sedang bergerak ke daerah selatan Amerika Serikat. 

Planetary Society menyatakan bahwa sejauh ini segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Para ilmuwan itu melaporkan bahwa layar LightSail 2 berhasil melacak matahari dengan baik.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ilmuwan berhasil ciptakan jaringan saraf tiruan mirip aslinya

Teknologi uap terbaru bisa daur ulang plastik

NASA pamer pesawat listrik Maxwell


Namun ada sedikit perbedaan dengan teori yang pernah diberikan para ilmuwan dari Planetary Society. Perbedaan itu terlihat dari ketinggian LightSail 2 yang lebih rendah daripada yang diperkirakan. Hal ini kemungkinan terjadi karena orientasi pesawat angkasa tersebut. Kendati begitu tidak dijelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan hal itu. 

Untuk diketahui, LightSail 2 berbakal layar selebar 32 meter persegi. Besarnya dikatakan sama dengan luas sebuah ring tinju. Ketika layar itu dikembangkan, pengukuran telemetri menunjukkan bahwa motor kecil yang mengembangkan layar itu berjalan dengan lancar. Empat tiang yang menjadi penyangga layar itu mampu terbuka dengan sempurna. 

“Kemarin, kami berhasil berlayar dengan menggunakan cahaya matahari,” ujar Bill Nye, CEO Planetary Society

“Terima kasih kepada tim kami dan sepuluh ribu pendukung kami di seluruh dunia, mimpi yang dimulai oleh para pendiri Planetary Society lebih dari 4 dekade lalu akhirnya terlaksana.” lanjutnya.

Bersamaan dengan itu pula dirilis sebuah gambar layar LightSail 2 dengan Bumi sebagai latar belakangnya. Untuk diketahui, LightSail 2 meluncur empat minggu lalu dari Kennedy Space Center dengan menunggang roket Falcon Heavy milik SpaceX.

Tidak seperti pesawat antariksa konvensional yang masih mengandalkan mesin roket, LightSail 2 berbkal layar berpanel surya yang akan menggerakkan pesawat tersebut dengan mengandalkan foton dari matahari. LightSail 2 rencananya akan terus naik ke orbit Bumi selama satu bulan ke depan. Setelah itu pesawat itu akan terus berada di luar angkasa sampai akhirnya kembali memasuki atmosfer tahun depan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: