Perusahaan rintisan asal AS berhasil kembangkan baterai untuk pesawat terbang

Baterai buatan Cuberg menggunakan elektrolit baru yang tidak mudah terbakar sehingga meminimalisir risiko kecelakaan seperti baterai lithium-ion konvensional.

Perusahaan rintisan asal AS berhasil kembangkan baterai untuk pesawat terbang Source: Pexels

Perusahaan rintisan (startup) asal Amerika Serikat, Cuberg berhasil mengembangkan baterai jenis baru. Startup tersebut mendapat dukungan dari Boeing dan Departemen Energi AS untuk membuat baterai logam lithium baru untuk drone agar memiliki wartu terbang 70 persen lebih lama dibandingkan baterai lithium-ion.

Baterai buatan Cuberg menggunakan elektrolit baru yang tidak mudah terbakar sehingga meminimalisir risiko kecelakaan seperti baterai lithium-ion konvensional. Dilansir dari Interesting Engineering (18/4), Cuberg ingin menjadi bagian dari masa depan penerbangan dan mengatakan bahwa baterai lihium-ion tidak sesuai dengan misinya. Baterai jenis ini memiliki bobot berat dan rentan terhadap degradasi pemakaian.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti temukan solusi baterai lithium yang lebih ringan

Sepeda hidrogen asal Perancis punya daya tempuh hingga 150 km

Penerbangan AS-London harus mendarat darurat gara-gara powerbank


Lithium-ion mungkin masih bagus untuk drone berukuran kecil, tetapi ketika digunakan untuk skala penerbangan yang lebih besar seperti pesawat listrik atau pesawat pengangkut barang, baterai tersebut tidak sesuai dengan tugasnya. Salah satu kelemahan terbesar baterai lithium-ion adalah ada kecenderungan terbakar ketika elektrolit gagal melepaskan gas yang bereaksi terhadap katoda.

Reaksi ini dapat menyebabkan pemanasan yang tak terkendali, kebakaran, dan bahkan ledakan. Cuberg mengatakan elektrolit baru mereka memiliki suhu stabil. Jadi ketika bahan lain di dalam kendaraan terlalu panas, baterai tetap stabil dan dapat memberikan lebih banyak kepadatan energi.

Jika industri penerbangan alternatif terus berkembang, maka akan ada permintaan besar untuk baterai yang lebih ringan dan lebih aman. Tetapi ini bukan berarti akhir dari baterai lithium-ion. Baterai lawas ini masih akan memiliki tempat di mana bobot tidak menjadi masalah, seperti penyimpanan energi di darat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: