sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
Selasa, 14 Jul 2020 17:35 WIB

Pensil dan kertas bisa jadi sensor untuk pantau kesehatan

Pensil dan kertas dikenal sebagai sarana untuk menulis dan menggambar. Namun berkat penelitian terbaru, kombinasi ini bisa digunakan untuk memantau kesehatan.

Pensil dan kertas bisa jadi sensor untuk pantau kesehatan

Pensil dan kertas sudah tidak asing lagi kala digunakan untuk menulis atau menggambar. Namun apa jadinya kalau kombinasi itu digunakan untuk memantau kesehatan seseorang? Nah, itulah yang berhasil dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Missouri. Mereka berhasil menciptakan sensor bioelektrik dengan mengandalkan pensil dan kertas biasa. 

Para peneliti itu menemukan bahwa inti pensil, yang biasanya digunakan untuk menulis, terbuat dari 90% grafit. Grafit ini merupakan mineral dengan komposisi utama karbon, dapat menyalurkan sejumlah energi ketika digunakan untuk menulis di kertas. Grafit inilah yang akan menjadi elektroda sensor, sementara kertas akan berfungsi sebagai struktur pendukungnya. 

Sejauh ini, para peneliti tersebut berhasil memantau EMG (electromyography). EMG sendiri merupakan prosedur yang digunakan untuk memantau kesehatan otot dan sistem syaraf yang menggerakkannya. Para peneliti itu mengatakan bahwa potensi teknik ini sangat besar untuk memantau temperatur hingga kadar gula darah seseorang. Terlebih lagi, sensor ini dapat bekerja secara realtime

Penemuan ini dipandang akan memberikan opsi peralatan kesehatan yang lebih murah dan mudah digunakan. Materialnya murah dan mudah didapat. Tidak seperti plastik, kertas yang digunakan untuk struktur pendukungnya dapat dihancurkan dengan mudah.

Dilansir dari Engadget (14/7), para peneliti itu menilai bahwa di masa depan orang dapat menggunakan teknologi ini untuk kebutuhan perawatan di rumah. Tidak hanya itu, teknologi ini dipandang dapat membantu penelitian jarak jauh, terutama selama masa pandemi seperti saat ini. 

Share
×
tekid
back to top