Peneliti temukan solusi baterai lithium yang lebih ringan

Peneliti dari Universitas Stanford berhasil menemukan solusi baterai lithium yang lebih ringan dari sebelumnya.

Peneliti temukan solusi baterai lithium yang lebih ringan Baterai Tesla

Baterai Lithium sampai saat ini masih dianggap sebagai sebuah inovasi teknologi. Pasalnya baterai jenis ini memiliki dua keunggulan dibanding baterai jenis lainnya. Pertama, baterai lithium dapat menyimpan energi 33 persen lebih banyak untuk setiap 500 gram. Kedua, bobotnya lebih ringan karena anoda-nya terbuat dari lithium, bukan grafit.

Kendati begitu, ada beberapa masalah yang kerap dialami oleh baterai lithium, salah satunya adalah munculnya tonjolan kecil seperti sulur yang disebut dengan dendrit. Seiring berjalannya waktu, dendrit dapat menusuk lapisan pelindung yang memisahkan kedua ujung baterai. Nah, ketika kedua ujung ini mulai berhubungan satu sama lain, maka potensi terjadinya hubungan pendek akan semakin besar. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Sepeda hidrogen asal Perancis punya daya tempuh hingga 150 km

Penerbangan AS-London harus mendarat darurat gara-gara powerbank

Kapal pesiar ini mengandalkan tenaga baterai


Namun sejumlah peneliti dari Universitas Stanford menyatakan bahwa mereka sudah menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Para peneliti tersebut membuat lapisan pelindung yang mampu membatasi pertumbuhan dendrit secara signifikan. Dengan lapisan film baru, tim tersebut menyatakan bahwa mereka mampu membangun baterai lithium yang mampu mempertahankan 85 persen daya aslinya setelah 160 proses pengisian daya. 

Sebagai pembanding, saat ini baterai lithium hanya mampu mempertahankan 30 persen kapasitasnya dalam periode waktu yang sama. 

Baterai lithium yang lebih ringan dan kapasitas yang lebih besar membawa banyak keuntungan untuk berbagai sektor industri, misalnya mobil listrik. Para peneliti itu menunjukkan bahwa kebanyakan mobil listrik saat ini menghabiskan sekitar seperempat kapasitas baterai mereka hanya untuk membawa baterai tersebut. Dengan lithium yang lebih ringan, jarak tempuh mobil listrik bisa bertambah. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: