Peneliti temukan metal baru yang tidak dapat tenggelam

Peneliti dari Universitas Rochester berhasil menemukan metal yang diklaim tidak dapat tenggelam. Pembuatannya menggunakan sebuah teknik ukiran khusus.

Peneliti temukan metal baru yang tidak dapat tenggelam Source: YouTube

Sejumlah peneliti berhasil menemukan bahan metal baru yang dapat mengapung di air dalam semua kondisi. Pada prinsipnya, bahan metal baru ini akan menciptakan kantung udara. Nah kantung udara inilah yang akan membuat bahan metal tersebut mengapung di air. 

Sejauh ini kapal besar juga menggunakan bahan metal dalam pembuatannya. Kapal besar seperti itu memanfaatkan hukum Archimedes untuk dapat mengapung. Sebagaimana diketahui, hukum itu menyebut bahwa setiap benda yang tercelup di air akan menerima dorongan gaya ke atas. Besarnya daya apung yang diterima, nilainya akan sama dengan berat air yang dipindahkan oleh benda tersebut. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini bukti bahwa Mars pernah memiliki air

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan


Namun dalam beberapa kondisi, kapal besar dapat karam dan tenggelam. Hal ini terjadi lantaran sifat dasar bahan metal yang dapat tenggelam. Berkat hasil penelitian dari peneliti asal Universitas Rochester, hal ini diklaim akan dapat dikurangi. 

Dilansir dari BGR (8/11), rahasia dari penemuan baru ini adalah pola khusus yang terukir di permukaan metal. Pola tersebut akan memerangkap udara dan mencegah air melakukan kontak dengan metal itu. Walhasil, udara itu akan mendorong air menjauh, demikian juga sebaliknya. 

Peneliti itu menyebut teknik ini dengan nama superhydrophobic. Teknik ini sendiri terinspirasi dari laba-laba. Jadi, laba-laba yang membangun jaringnya di bawah air akan menggunakan tubuh mereka untuk memerangkap udara dan mengangkat tubuhnya ke permukaan air. 

“Gagasan utamanya adalah bahwa permukaan superhydrophobic (SH) dapat menjebak volume udara yang besar, yang mengarah pada permukaan SH, guna membuat sebuah alat mengapung,” ungkap para peneliti itu dalam laporan penelitian mereka. 

Untuk menguji teknik tersebut, para peneliti itu menggunakan dua lempeng metal yang identik. Satu merupakan metal “normal” sementara yang lainnya hadir dengan teknik ukiran yang dimaksud. Hasilnya, lempengan metal yang memiliki ukiran pada permukaannya dapat mengapung meski sudah dipaksa masuk ke dalam air. 

Para peneliti ini berharap hasil penemuan mereka dapat diaplikasikan dalam dunia nyata. Pasalnya bahan metal ini tetap dapat menolak air meski terjadi kerusakan, misalnya terdapat lubang. Hal ini membuktikan bahwa metal jenis ini dapat digunakan pada kendaraan air, seperti perahu kecil atau bahkan kapal dengan ukuran yang jauh lebih besar. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Sains