Peneliti latih AI untuk dapat diagnosis Alzheimer

Ini dilakukan berdasarkan pemindaian otak yang dilakukan bertahun-tahun sebelum pasien tersebut benar-benar didiagnosis oleh dokter.

Peneliti latih AI untuk dapat diagnosis Alzheimer Source: Pexels

Meski penyakit Alzheimer mempengaruhi puluhan juta orang di seluruh dunia, tetap sulit untuk mendeteksinya sejak dini. Dilansir dari Engadget (6/11), para peneliti di California baru-baru ini menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa artificial intelligence (AI) mampu mendiagnosis penyakit Alzheimer secara akurat pada beberapa pasien. Ini dilakukan berdasarkan pemindaian otak yang dilakukan bertahun-tahun sebelum pasien tersebut benar-benar didiagnosis oleh dokter.

Tim tersebut menggunakan gambar ilustrasi otak (imaji FDG-PET) untuk melatih dan menguji neural network. Dengan pencitraan jenis ini, FDG, sejenis glukosa radioaktif, disuntikkan ke dalam aliran darah seseorang, dan kemudian jaringan tubuh orang tersebut, termasuk jaringan otak, menyerapnya seperti glukosa biasa. Kemudian para ilmuwan dapat pemindai PET untuk mengetahui aktivitas metabolisme jaringan itu, tergantung seberapa banyak atau sedikit dari FDG yang diserap.


BACA JUGA

Akhirnya limbah kilang minyak bisa berubah jadi air murni

Sebentar lagi air laut bisa diubah jadi bahan bakar hidrogen

Ilmuwan temukan teknologi peredam suara tipe baru


FDG-PET telah digunakan pada penyakit Alzheimer, dengan pasien yang memiliki penyakit biasanya menunjukkan tingkat aktivitas metabolisme yang lebih rendah di bagian-bagian tertentu dari otak. Tetapi para ahli harus menganalisa bukti penyakit Alzheimer, dan itu bisa agak rumit karena gangguan kognitif ringan dan Alzheimer dapat memberikan hasil yang sama dalam pemindaian.

Para peneliti mencatat bahwa studi mereka memiliki beberapa keterbatasan, termasuk kecilnya jumlah data pengujian dan jenis data pelatihan yang terbatas. Mereka juga menjelaskan bahwa algoritmanya perlu diuji lebih lanjut pada kumpulan data yang jauh lebih besar. Tetapi ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat yang berguna bagi ahli radiologi di masa mendatang.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: