Peneliti jabarkan temuan baru terkait evolusi kehidupan di Bumi

Penelitian baru mengungkapkan bahwa evolusi kehidupan di Bumi bukan dimulai dari lautan. Hal ini terjadi lantaran lautan memiliki volume besar dan hanya terdapat sedikit nitrogen di dalamnya.

Peneliti jabarkan temuan baru terkait evolusi kehidupan di Bumi Source: Pexels

Pemahaman mengenai asal mula kehidupan dari kacamata sains memang sudah terjadi sejak lama. Teori yang saat ini ada adalah kehidupan awal di Bumi dimulai di lautan dalam. Di sana terdapat celah hidrotermal yang memicu reaksi kimia untuk membentuk asam amino.

Namun, baru-baru ini sebuah penelitian yang dilakukan MIT melaporkan temuan yang merombak seluruh pemahaman tersebut.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini bukti bahwa Mars pernah memiliki air

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan


Dilansir dari NewAtlas (16/4), nitrogen merupakan salah satu unsur penting dari transisi kehidupan awal itu. Laporan penelitian itu menyebutkan bahwa lautan dalam tidak memiliki jumlah yang cukup untuk melakukannya.

Untuk diketahui, proses munculnya makhluk hidup dalam kacamata sains dimulai dari pencampuran nitrogen dan RNA primitif. RNA inilah yang kemudian dalam sebuah proses kimia diinduksi untuk membentuk asam amino, yang selanjutnya berkembang menjadi organisme sederhana. Nitrogen oksida ini diperkirakan muncul setelah sambaran petir memecah nitrogen dari atmosfer.

Menariknya, laporan penelitian MIT justru menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada sebuah kolam kecil dengan kedalaman 10 hingga 100 cm. Pasalnya, kolam kecil itu memiliki volume yang jauh lebih sedikit ketimbang lautan. Di sanalah konsentrasi nitrogen yang tinggi dapat ditemui.

Ide tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya memberikan solusi dari perdebatan yang selama ini terjadi. Pasalnya hal itu sudah menjadi hipotesis, yang mengatakan bahwa kehidupan awal bisa saja dimulai pada kolam dangkal atau sumber air panas. Namun, temuan ini dapat memberikan bukti baru yang bisa mempengaruhi sejumlah argumen terhadap kehidupan awal di muka bumi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Sains MIT