Peneliti ciptakan AI untuk membantu pasien epilepsi

Meski solusi ini bukan merupakan perbaikan secara keseluruhan, sistem AI tersebut bisa dibilang sebuah lompatan besar dari metode prediksi yang ada.

Peneliti ciptakan AI untuk membantu pasien epilepsi Source: Pexels

Sudah ada gelang pintar yang berfungsi untuk memprediksi kejang epilepsi saat malam hari, namun kini ada peneliti yang penciptakan metode yang lebih menjanjikan. Metode tersebut berdasar pada sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dapat memprediksi kejang epilepsi dengan tingkat akurasi 99,6 persen.

Dilansir dari Engadget (15/11), teknologi ini dapat melakukan pendeteksian hingga satu jam sebelum kejadian. Seperti yang dilaporkan IEEE Spectrum, AI tersebut memberi orang cukup waktu untuk bersiap menghadapi serangan dengan minum obat. Menurut organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) Sekitar 50 juta orang di seluruh dunia saat ini memiliki penyakit epilepsi, dan 70 persen dari pasien tersebut dapat mengendalikan kejang mereka dengan obat-obatan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

AI bisa hasilkan rekam medis dari percakapan pasien dan dokter

Australia manfaatkan AI untuk deteksi pengendara yang gunakan ponsel di mobil

Legoland bisa ubah orang jadi figur Lego berkat AI


Meski metode ini bukan merupakan solusi secara keseluruhan, sistem AI yang dikembangkan oleh Hisyam Daoud dan Magdy Bayoumi dari University of Lousiana di Lafayette bisa dibilang sebuah lompatan besar dari metode prediksi yang ada.

Saat ini, metode lain menganalisis sktivitas otak dengan pengujian electroencephalogram (EEG) dan menerapkan model prediksi setelahnya. Metode baru yang memanfaatkan AI tersebut melakukan kedua hal itu sekaligus, dengan bantuan algoritma deep learning yang memetakan aktivitas otak dan lainnya sehingga dapat memprediksi aktivitas listrik di otak selama kejang.

Masih memerlukan beberapa waktu sebelum teknik ini tersedia untuk digunakan secara luas. Tim peneliti tengah bekerja pada chip khusus yang dapat membantu melakukan proses algoritma yang diperlukan. Ini merupakan berita sangat baik yang dapat mengubah kehidupan pasien epilepsi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: