sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
Jumat, 13 Mar 2020 16:21 WIB

Peneliti berhasil ciptakan jaringan saraf hibrida

Tim peneliti berhasil membuat jaringan saraf hibrida menggunakan neuron buatan dan neuron organik. Secara teori, para peneliti ini berhasil membuat cyborg.

Peneliti berhasil ciptakan jaringan saraf hibrida
Source: Google

Para peneliti sains akhirnya berhasil menggabungkan neuron buatan dengan neuron organik untuk membentuk jaringan neural hybrid pertama yang dapat bekerja. Ini dilakukan dengan menyebarkan tiga lab di Swiss, Italia dan Inggris. Dengan kata lain, para peneliti ini berhasil membuat cyborg. 

Untuk diketahui, cyborg merupakan singkatan dari cybernetic organism. Istilah ini merujuk pada organisme yang memiliki anggota tubuh campuran, yakni organik dan mesin. Berbeda dari robot biasa, cyborg tetap dapat mempertahankan unsur organiknya dengan peningkatan kemampuan menggunakan komponen buatan. 

Tim peneliti itu berusaha membuat eksperimen klasik yang menunjukkan bahwa neuron (sel saraf) dapat belajar dengan mengirimkan informasi melalui sinapsis. Dalam ilmu biologi klasik, beberapa neuron akan menyala sebagai bentuk respon terhadap rangsangan tertentu. Seiring waktu, neuron membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit stimulus untuk menyala. Hal ini menunjukkan bagaimana jaringan saraf beradaptasi dan belajar. 

Berbekal teori dasar ini, tim peneliti tersebut menempatkan neuron pada tiga lokasi berbeda. Neuron-neuron ini terhubung melalui internet dengan menggunakan standar TCP/IP. Neuron pertama, bersifat artificial berbahan dasar silikon ditempatkan di Swiss. Di fasilitas ini, tim peneliti tersebut menggunakannya untuk mengirimkan informasi ke neuron artificial lain di Inggris. 

Di antara kedua neuron buatan itu, ada neuron organik yang berasal dari tikus. Neuron yang diletakkan di Italia ini  berfungsi sebagai jembatan di antara dua neuron buatan itu. 

Dilansir dari TheNextWeb (13/3), para peneliti tersebut menunjukkan kemampuan jaringan saraf hybrid itu untuk belajar dengan memodifikasi cara data dikirim, sehingga menyebabkan neuron buatan pada akhir transmisi memberikan respon. 

Di atas kertas, percobaan ini dapat diperluas. Dengan cukup jembatan buatan, eksperimen ini dapat meniru sinapsis alami. Dan pada suatu titik nanti, bahkan dapat meniru jaringan saraf di otak. 

Kendati begitu, langkah ini dipandang masih membutuhkan perjalanan panjang dan rumit. Saking rumitnya struktur jaringan saraf di otak, setidaknya butuh ratusan ribu koneksi sinapsis untuk merepresentasikan sebagian kecil dari sistem saraf di otak. Meski hanya sebatas konsep, di masa depan penelitian ini dipandang mampu menyembuhkan penyakit otak dan saraf, seperti kelumpuhan, dementia hingga kelainan otak lain yang sampai saat ini belum berhasil diperbaiki secara medis. 

Tag
Share
×
img
×
tekid
back to top