Peledakan asteroid pertama dalam sejarah akhirnya dilakukan

Meledakkan asteroid punya dilema sendiri, selain memiliki dampak positif untuk ilmu pengetahuan, peledakan ini berbahaya untuk Bumi ketika serpihannya masuk ke orbit dan menghantam daratan.

Peledakan asteroid pertama dalam sejarah akhirnya dilakukan Source: JAXA

Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) bakal melubangi asteroid untuk meneliti struktur dan komposisi dari sebuah asteroid. Untuk itu, JAXA membekali satelit Hayabusa2 dengan SCI (Small-Carry-on Impact) yang didesain untuk membuat lubang pada permukaan asteroid Ryugu untuk memperoleh sampel dari bawah permukaan asteroid itu.

Dilansir dari NewAtlas (7/4), meledakkan sebuah asteroid menimbulkan dilema tersendiri bagi para peneliti. Sejauh ini baru Jepang dengan Hayabusa 2 yang berani melakukan hal tersebut. Pasalnya pecahan asteroid pasca ledakan bisa saja masuk ke orbit Bumi dan menghantam daratan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Sensor di kacamata bisa mengukur kadar gula dalam darah

Memburu jejak kehidupan di Planet Mars

Peneliti temukan metal baru yang tidak dapat tenggelam


Di samping itu, peledakan asteroid menjanjikan pemahaman mendalam mengenai struktur dan komposisi sebuah asteroid. Pasalnya selama ini, peneliti hanya memiliki informasi mengenai permukaan asteroid saja, tidak dengan bagian di bawah permukaannya.

SCI sendiri bisa dibilang merupakan sebuah bazoka khusus untuk digunakan di angkasa luar. Peledaknya berbentuk kerucut dengan bobot 2 kg yang terbuat dari tembaga. Ketika ditembakkan dan menyentuh permukaan asteroid, muatan itu seharunya meledak dan tembaga didalamnya akan mencair untuk membuka kawah di asteroid.

Satu-satunya hambatan dalam misi ini adalah bahaya yang ditimbulkan di sekitar area ledakan. Oleh karena itu, ketika SCI dikonfirmasi sudah diluncurkan, Hayabusa2 akan diperintahkan untuk berada di bawah asteroid Ryugu sebelum SCI meledak. Untuk itu, Hayabusa2 tidak dapat mengkonfirmasi ledakan tersebut. Namun dapat kembali dan melihat dampak yang dihasilkan ketika SCI meledak. Saat ini, Hayabusa 2 sedang melakukan survei dari hasil ledakan tersebut.

Melalui sebuah gambar, JAXA menyatakan bahwa ada sejumlah material yang terangkat di sekitar lokasi ledakan. Namun belum dapat dipastikan apakah material tersebut merupakan bagian dari asteroid Ryugu atau bukan. Untuk itu, JAXA masih melakukan investigasi mendalam.

Jika eksperimen dengan SCI ini berhasil, Hayabusa 2 dijadwalkan akan kembali ke Bumi pada 2020 dengan membawa sampel bagian dalam asteroid Ryugu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: