Pelanggan bisa pesan kopi Starbucks lewat perintah suara

Pelanggan Starbucks dilaporkan bisa memesan kopi melalui perintah suara ke speaker pintar, Tmall Genie milik Alibaba.

Pelanggan bisa pesan kopi Starbucks lewat perintah suara Tmall Genie

Alibaba dan Starbucks bekerja sama untuk memberikan pengalaman proses pemesanan melalui perintah suara. Nantinya, pengguna bisa memesan Starbucks menggunakan perintah suara melalui speaker pintar buatan Alibaba, Tmall Genie. 

Tetapi perlu diketahui kalau dukungan pemesanan ini baru dapat dilakukan di kawasan Tiongkok saja. Para pelanggan di negara tersebut diklaim akan menerima pesanan mereka dalam rentang waktu 30 menit setelah melakukan pemesanan. Untuk melaksanakan fungsinya itu, Alibaba memanfaatkan platform pengantaran makanan miliknya, yakni Ele.me. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Kapal otonom dengan AI akan seberangi samudera Atlantik

Nvidia, GM, dan Toyota berkolaborasi demi mobil otonom

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat


“Kami sangat senang bisa menghadirkan teknologi canggih Artificial Intelligence kami melalui Tmall Genie, untuk melayani para konsumen Starbuck di Tiongkok. Di awal tahun ini, kami meluncurkan layanan pemesanan dan pengantaran pesanan melalui Ele.me untuk menjawab kebutuhan konsumen,” ujar Mifty Chen, General Manager di Alibaba A.I. Labs. 

Tidak hanya dapat digunakan untuk melakukan pemesanan, Tmall Genie pun kabarnya juga dapat dilakukan untuk melacak posisi pesanan tersebut. Pengguna dapat bertanya langsung pada speaker tersebut untuk memberitahu lokasi pasti pesanan Starbucks mereka. 

Yang menarik adalah Tmall Genie dapat memberikan rekomendasi kepada para penggunanya. Rekomendasi itu akan dibuat berdasarkan preferensi pesanan sebelumnya dan menu populer atau pun menu khusus yang terdapat di Starbucks. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat memanfaatkan teknologi speech AI dan voice print payment, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan konfirmasi pembayaran menggunakan suaranya. 

Sebenarnya bukan kali ini saja industri makanan dan minuman melibatkan teknologi dalam layanan mereka. Beberapa perusahaan lain juga telah melakukan hal serupa. Misalnya McDonald, restoran makanan cepat saji itu menggabungkan teknologi artificial intelligence dengan layanan pemesanan drive thru. Nantinya robot lah yang akan menangani pesanan para pelanggan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: