Partikel dari galaksi lain terdeteksi di Antartika

Neutrino tercipta oleh rusaknya radioaktif di bintang, selama supervona, atau sebagai spiral materi ke dalam lubang hitam

Partikel dari galaksi lain terdeteksi di Antartika Source: ExtremeTech

Saat ini juga, ada trilliunan neutrino telah melewati tubuh Anda. Selain berasal dari matahari, partikel yang sangat kecil tersebut menghujani kita dari luar sistem tata surya. Hanya sebagian kecil neutrino akan menabrak apapun yang ada di Bumi, tetapi para ilmuwan baru saja mendeteksi neutrino dari luar galaksi Milky Way untuk pertama kalinya. Dilansir dari ExtremeTech (13/7), neutrino tersebut berasal dari lubang hitam supermasif (supermasive black hole) berjarak sekitar 3,7 miliar tahun cahaya, dan kemudian bertabrakan dengan beberapa es di Antartika.

Neutrino tercipta oleh rusaknya partikel radioaktif di bintang, selama supervona, atau sebagai spiral materi ke dalam lubang hitam. Mereka memiliki massa terendah yang diketahui dari setiap partikel dasar, memiliki elektrik netral, dan hanya berinteraksi lemah dengan materi lain. Hal tersebut berarti neutrino terbang menembus planet, bintang, dan bahkan Anda hampir pada kecepatan cahaya. Para ilmuwan di Bumi telah berhasil merancang metode untuk mendeteksi beberapa neutrino yang masuk ke atom, dan IceCube Neutrino dari National Science Foundation menemukan neutrino spesial tahun lalu.


BACA JUGA

NASA berhasil temukan air di salah satu asteroid

Setelah mengalami kerusakan, roket Soyuz berhasil mendarat di ISS

Pesawat ini terbang mengandalkan elektroda


Pada tanggal 22 September 2017, para ilmuwan yang menggunakan observatorium IceCube mendeteksi neutrino berenergi tinggi yang menuju es Antartika. Ia memiliki energi 300 triliun elektronvolt. Ini berarti 45 kali lebih banyak energi dibandingkan dengan yang dapat dihasilkan oleh Large Hadron Collider. Dengan demikian, itu membuktikan bahwa neutrino tersebut berasal dari luar tata surya kita.

Observatorium IceCube beroperasi di luar Amundsen-Scott South Pole Station, sehingga tim harus melihat sumber neutrino yang mungkin ada di langit lokasi tersebut. Data dari Fermi Large Area Telescope Collaboration menunjuk ke suatu objek yang dikenal sebagai blazar. Ini adalah galaksi aktif dengan lubang hitam supermasif di pusatnya. Hal tersebut juga menggambarkan quasar, tetapi perbedaannya adalah blazar memuntahkan sekumpulan jet partikel dan radiasi ke arah Bumi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: