Nokia temukan baterai lithium 2,5 lebih kuat dari normal

Era 5G mengkonsumsi banyak daya sehingga inovasi-inovasi baterai yang lebih inofativ dan praktis sangat membantu ekosistem.

Nokia temukan baterai lithium 2,5 lebih kuat dari normal

Penemuan terbaru dari Nokia Bell Labs bisa jadi terobosan paling inovatif di sektor energi. Nokia bersama para peneliti di pusat penelitian AMBER Trinity College Dublin, telah mengembangkan baterai lithium nanotube yang menjanjikan daya 2,5 kali lipat dari baterai lithium terbaik saat ini. 

Baterai baru ini utamanya dibuat untuk perangkat 5G yang haus daya seperti, drone, produk iot, dan kendaraan listrik yang memiliki konektivitas.


BACA JUGA

Penerbangan AS-London harus mendarat darurat gara-gara powerbank

Kapal pesiar ini mengandalkan tenaga baterai

Wisata Air Terjun Niagara akan gunakan kapal bertenaga listrik


Sejarah Nokia Bell Labs dengan ponsel ramping membuatnya sangat kredibel dalam membuat baterai jenis ini. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional, Nature Energy, para mitra Nokia memiliki elektroda baterai baru yang tebal menggunakan komposit nanotube karbon dan bahan penyimpan lithium. Dengan begitu ini memungkinkan energi ditransfer ke tingkat efisiensi yang maksimal. Akibatnya, baterai terisi dengan cepat dan memaksimalkan volume fisik yang mereka konsumsi.

"Dengan mengemas lebih banyak energi ke ruang yang lebih kecil, teknologi baterai baru ini akan memiliki dampak mendalam pada 5G dan seluruh jaringan," kata Paul King dari Nokia. 

Ia pun melanjutkan keterangannya, “Kombinasi industri dan perangkat perangkat Nokia Bell Labs dan keahlian ilmu material AMBER memungkinkan kami untuk mengatasi masalah yang sangat sulit yang melibatkan banyak disiplin ilmu."

Secara praktis, Nokia meyakini bahwa teknologi ini akan memungkinkan perangkat kecil, dengan keterbatasan daya, akan memiliki energi jauh lebih lama daripada sebelumnya. Tentunya ini berdampak langsung atau tidak langsung bagi era 5G mendatang. 

Perlu diketahui, sensor IoT generasi berikutnya telah dirancang untuk terhubung ke jaringan seluler selama 10 tahun tanpa memerlukan pengisian ulang baterai. Inovasi baterai dari Nokia ini dapat meningkatkan usianya menjadi 25 tahun. Demikian pula, drone yang dikendalikan 5G bisa menjadi lebih ringan dengan memiliki waktu terbang yang sama, atau menambah waktu terbang yang lebih lama dengan bobot saat ini. Para peneliti juga mengharapkan inovasi ini bisa membantu sistem energi terbarukan, yang mengandalkan baterai untuk mendukung pasokan tenaga angin dan matahari.

Nokia mengatakan paten telah diajukan untuk teknologi baru ini, dengan rencana untuk membawanya ke pasaran di masa depan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: