NASA temukan penyebab kegagalan peluncuran satelitnya

NASA akhirnya mengungkapkan hasil temuan dari kegagalan peluncuran satelit beberapa tahun silam. Diketahui bahwa hasil uji beberapa komponen dari pihak ketiga dipalsukan.

NASA temukan penyebab kegagalan peluncuran satelitnya Satelit Glory (NASA)

Menerbangkan satelit ke luar angkasa tidak semudah membalik telapak tangan. Sejumlah perhitungan dibuat untuk memastikan peluncuran tersebut dapat berjalan dengan baik. Kendati begitu, agensi sekelas NASA pernah gagal meluncurkan satelit ke luar angkasa.

Kegagalan peluncuran dialami NASA pada tahun 2009 dan 2011. Kala itu, satelit gagal terlepas dari roket pendorong. Akibatnya, dua satelit sains yang diluncurkan NASA tidak pernah mencapai orbit Bumi. Beberapa tahun berlalu, akhirnya NASA berhasil mengungkap rahasia di balik kegagalan tersebut.


BACA JUGA

NASA waspada, asteroid besar mendekati bumi

Ilmuwan kembangkan cara untuk ukur tekanan darah lewat selfie

Saking panasnya, logam berat menguap di planet ini


Dilansir dari NewAtlas (2/5), kegagalan peluncuran tersebut diakibatkan oleh pemalsuan hasil tes untuk salah satu komponen satelit. Dalam laporan NASA, agensi tersebut mengkonfirmasi bahwa pemalsuan komponen itu dilakukan oleh manufaktur aluminium yang bekerjasama dengan NASA, yakni Sapa Profile, Inc.

Untuk diketahui, pada Februari 2009, NASA meluncurkan satelit OCO (Orbiting Carbon Observatory) menggunakan roket Taurus XL. Sayangnya, ujung roket tersebut gagal membuka sehingga satelit OCO gagal mencapai orbit. Hal yang sama terjadi lagi pada Maret 2011. Saat itu satelit Glory yang akan digunakan untuk studi iklim Bumi gagal mencapai orbit karena penyebab yang sama.

Berkenaan dengan itu, Norsk Hydro ASA, perusahaan induk Sapa menyatakan siap membayar denda sebesar USD46 juta ke NASA dan sejumlah perusahaan lain yang telah dirugikan dengan pemalsuan tersebut. NASA bahkan sudah memboikot SAPA sejak September 2015 dan merekomendasikan agar pemerinta melakukan hal serupa.

“Ketika hasil uji dipalsukan dan sertifikat diberikan dengan cara yang salah, misi pun gagal” ujar Jim Norman, direktur layanan peluncuran NASA.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: