NASA pamer pesawat listrik Maxwell

NASA memamerkan pesawat listriknya yang pertama bertajuk X-57 "Maxwell". Ini merupakan pesawat listrik hasil dari eksperimen perusahaan.

NASA pamer pesawat listrik Maxwell (Foto: News18)

NASA memamerkan pesawat listriknya yang pertama bertajuk X-57 "Maxwell". Ini merupakan pesawat listrik hasil dari eksperimen NASA di laboratorium aeronautika di California.

Diadaptasi dari pesawat bermesin ganda Tecnam P2006T buatan Italia, X-57 telah dikembangkan sejak 2015. Masih ada waktu satu tahun lagi bagi NASA untuk melakukan uji terbang pertama di angkasa di atas Pangkalan Angkatan Udara Edward. Namun setelah memasang dua dari 14 motor listrik yang akan menggerakkan pesawat, NASA mengaggap Maxwell siap untuk ditampilkan di publik.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Temuan MIT, bisa ambil video meski subjek membelakangi kamera

Ilmuwan berhasil ciptakan jaringan saraf tiruan mirip aslinya

Teknologi uap terbaru bisa daur ulang plastik


Selain itu, NASA pun memamerkan simulator yang baru dibangun dan memungkinkan insinyur hingga pilot merasakan manuver X-57 dalam penerbangan, bahkan saat pesawat dalam pengembangan. Dilansir Reuters (11/11), Maxwell merupakan yang terbaru dari jajaran pesawat eksperimental yang dikembangkan NASA selama beberapa dekade.

Pesawat eksperimental lainnya yaitu termasuk Bell X-1 yang berbentuk peluru. Ada juga roket X-15 yang diterbangkan Neil Armstrong sebelum dia bergabung dengan tim Apollo. Sementara itu, Maxwell akan menjadi pesawat X-crewed pertama yang dikembangkan dalam dua dekade.

Upaya NASA X-57 ditujukan untuk merancang dan membuktikan teknologi yang sesuai standar dan bisa diadaptasi oleh pabrikan komersial untuk sertifikasi pemerintah. Standar itu mencakup standar kelaikan udara dan keselamatan, serta efisiensi energi dan noise.

"Kami fokus pada hal-hal yang bisa membantu seluruh industri, bukan hanya satu perusahaan.. Target kami sekarang adalah menerbangkan pesawat ini pada akhir 2020," kata Brent Cobleigh, Project Manager untuk Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA kepada Reuters.

Modifikasi akhir dari pesawat akan menampilkan sayap yang lebih kecil dan berbobot lebih ringan, dilengkapi total 14 mesin listrik. Baling-baling pesawat akan diaktifkan untuk landas dan mendarat, namun tidak aktif selama penerbangan.

Cobleigh menjelaskan, sistem motor listrik lebih mudah dirawat dan bobotnya lebih ringan karena terdiri dari bagian yang lebih sedikit sehingga membutuhkan lebih sedikit energi untuk terbang. Dia juga menyebut, mesin pesawat ini lebih tenang ketimbang mesin konvensional.

Tantangannya adalah meningkatkan teknologi baterai agar mampu lebih banyak menyimpan daya untuk memperluas jangkauan pesawat dan pengisian yang lebih cepat. Mengingat keterbatasan baterai Maxwell saat ini, pesawat listrik itu hanya bisa digunakan untuk penerbangan jarak pendek.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: