NASA kucurkan Rp594 juta untuk pelajari cuaca luar angkasa

Melalui proyek ini, NASA akan mempelajari fitur-fitur khusus di atmosfer Bumi guna lebih memahami dampak cuaca luar angkasa bagi planet Bumi.

NASA kucurkan Rp594 juta untuk pelajari cuaca luar angkasa (Foto: NASA)

Prakiraan cuaca mungkin bukan lagi hal yang aneh dibagikan kepada masyarakat. Namun sejauh ini yang kita nikmati hanya prakiraan cuaca untuk Bumi. Padahal, cuaca di antariksa juga tak kalah penting. 

Cuaca antariksa sendiri yaitu pasang surut dan aliran partikel di sekitar Bumi, dimana sebagian besarnya berasal dari matahari. Informasi cuaca antariksa juga berperan penting bagi masa depan manusia. Oleh karena itu, NASA menyetujui pendanaan proyek terkait cuaca antariksa, atau disebut Atmospheric Wafes Experiment (AWE). 


BACA JUGA

NASA buka pendaftaran untuk melancong ke Mars

Ukuran Bulan terus menyusut

Misi Artemis NASA, jelajah bulan perdana dengan astronot wanita


Proyek tersebut bernilai USD42 juta (Rp594 juta) dan akan dimulai pada musim panas 2022. Melalui proyek ini, NASA akan mempelajari fitur-fitur khusus di atmosfer Bumi guna lebih memahami dampak cuaca luar angkasa bagi planet Bumi.

Melalui posting-an blog-nya, NASA menjelaskan misi AWE akan melibatkan instrumen ke luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station). Instrumen itu akan dipasang guna mempelajari lebih dekat fenomena yang disebut "Airglow" yang digambarkan NASA sebagai "pita cahaya warna-warni di atmosfer Bumi".

Dilansir BGR (4/3), AWE hanya salah satu dari beberapa misi dalam Program Penjelajah Heliofisika NASA yang dipilih untuk didanai. Misi skala kecil ini ditujukan untuk menghargai upaya penelitian yang lebih besar yang dilakukan ilmuwan NASA.

"Program Penjelajah mencari ide-ide inovatif untuk misi kecil dan biaya terbatas yang bisa membantu mengungkap misteri alam semesta dan menjelajahi planet kita," kata Paul Hertz, staf NASA.

"Misi ini benar-benar memenuhi standar itu dengan misi kreatif dan hemat biaya untuk menyelesaikan misteri tentang atmosfer bagian atas Bumi," ujarnya.

Proyek ini sendiri dinilai penting untuk beberapa alasan. Alasan paling penting adalah bahwa informasi itu bisa mempengaruhi efektivitas teknologi satelit seperti GPS, yang kini banyak digunakan oleh masyarakat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: