NASA kerjasama dengan ESA untuk ambil sampel dari Mars

NASA bekerja dengan European Space Agency (ESA) yang berjujuan untuk mengambil sejumlah sampel tanah dari Mars.

NASA kerjasama dengan ESA untuk ambil sampel dari Mars Source: ExtremeTech

NASA kini sedang melakukan persiapan peluncuran penjelajah (rover) ke Mars pada tahun 2020. Dilansir dari ExtremeTech (10/7), rover yang belum memiliki nama tersebut akan ditaburi dengan bermacam instrumen ilmiah. Saat memotret dan memindai planet merah tersebut, rover juga akan mengumpulkan sejumlah sampel tanah. Tidak ada cara untuk mengembalikan sampel tersebut ke Bumi, jadi NASA bekerja dengan European Space Agency (ESA) untuk mewujudkannya. ESA baru saja menandatangani kontrak senilai USD5,2 juta (Rp74,8 miliar) dengan Airbus agar menciptakan desain konsep untuk pengumpulan sampel tersebut.

Misi rover ini nantinya akan meluncur pada awal tahun 2020. Rover ini akan mencakup perangkat untuk keperluan penggalian dan wadah yang diperlukan untuk mengangkut lebih dari 30 sampel dari Mars. Setelah mendapatkan sampel tersebut, misi ini nanti kembali ke Bumi dan akan memungkinkan para ilmuwan menganalisa sampel dari Mars dengan menggunakan peralatan yang sangat mutakhir.


BACA JUGA

NASA berhasil temukan air di salah satu asteroid

Setelah mengalami kerusakan, roket Soyuz berhasil mendarat di ISS

Pesawat ini terbang mengandalkan elektroda


Kemungkinan besar fetch rover ini nantinya akan berbentuk kecil. Ben Noyes dari Airbus mengatakan mereka memperkirakan desain teori saat ini akan berbobot sekitar 130 kg. Diprediksi akan memerlukan waktu sekitar 150 hari bagi fetch rover untuk mengumpulkan seluruh tabung berisikan sampel dari Mars. Tujuannya adalah untuk mengembangkan sebuah rover yang dapat menangani kontainer secara otomatis.

Mengambil sampel ke dalam fetch rover hanyalah awal dari mengembalikannya ke Bumi. Robot tersebut akan perlu kembali ke pesawat pendarat yang digunakan untuk mencapai permukaan dan mengisi sampel di dalamnya. Kemudian, ESA perlu meluncurkannya kembali ke angkasa.

Tahap pertama dalam mendesain fetch rover adalah studi kelayakan untuk menentukan apakah mungkin untuk melakukan operasi ini dengan teknologi seperti saat ini. Jika ESA dan NASA menentukan tidak dapat membawa wadah sampel kembali ke Bumi, mereka harus menunggu selama satu dekade atau lebih hingga ada teknologi yang dapat melakukannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: