sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
Sabtu, 22 Sep 2018 16:08 WIB

Ternyata, tantangan terbesar mengirim astronot ke Mars adalah suplai makanan

Hingga saat ini, para peneliti di NASA masih bergelut dengan masalah yang sama : mencari makanan yang bisa dimakan astronot dalam misi ke Mars.

Ternyata, tantangan terbesar mengirim astronot ke Mars adalah suplai makanan
astronaut (pixabay)

NASA terus mencoba mewujudkan mimpi mereka untuk membawa manusia ke planet Mars. Namun, mereka sadar jika perjalanan ini membutuhkan perjalanan bertahun-tahun. Hal ini menimbulkan satu masalah besar yakni, ketersediaan makanan.

Peneliti NASA menyebut jika makanan -- dan juga nutrisi yang dikandungnya --, ketika dikemas dalam kemasan beku paling lama akan bertahan 2,5 tahun. Sementara perjalanan ke Mars membutuhkan waktu sedikitnya lima tahun. Membawa tanah ke dalam pesawat ruang angkasa pun bukan menjadi pilihan. Penyebab utamanya adalah besarnya beban dari tanah yang harus diangkut agar para astronot dapat menumbuhkan tanaman. Selain itu, nutrisi dalam tanah pun akan berkurang dengan seiring berjalannya waktu.

Untungnya, mereka memiliki solusi. Project manager for Food Production NASA, Ralph Fritsche menyebut jika mereka telah memiliki beberapa opsi. Salah satunya adalah menggunakan teknologi Hidroponik dan juga Aeroponik.

“Di bumi, kita sudah mulai meninggalkan tanah sebagai medium menanam. Sudah memiliki teknologi Hidroponik dan juga Aeroponik. Jadi, kita juga sudah memulai menggunakan teknologi ini,” kata Ralph.

Hidroponik melibatkan pengiriman air dan nutrisi ke akar tanaman menggunakan larutan cair, dan dengan aeroponik tanaman ditanam di lingkungan yang berkabut. Kedua metode ini meniadakan kebutuhan akan terlalu banyak kotoran, yang juga berat dan membutuhkan ruang berharga pada roket.

Para ilmuwan di Kennedy Space Center NASA pun juga telah bereksperimen bagaimana cara menanam tanaman dan sayuran di lingkungan ruang simulasi. Cara mereka menguji termasuk menggunakan lingkungan mikrogravitasi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kekuatan gaya gravitasinya dibuat kurang dari Bumi, seperti Bulan dan Mars.

Mereka juga melakukan percobaan dengan pencahayaan dan suhu yang berbeda untuk melihat lingkungan mana yang paling baik untuk menanam tanaman. Mereka juga mensimulasikan kondisi di ISS untuk melihat tanaman mana yang dapat berkembang di orbit Bumi yang rendah.

Perhatian lain yang mereka tekankan adalah keluhan astronot yang menyebut jika mereka kangen dengang rasa masakan di bumi. Dan hal tersebut akan membuat mereka terserang penyakit ‘rindu rumah’.

“Kami telah mendengar dari banyak astronot yang berkomentar tentang efek, 'Saya pikir saya akan sangat merindukan Cheese Burger atau Pizza ketika saya kembali, tetapi apa yang sebenarnya saya inginkan adalah salad segar',” kata seorang ilmuwan NASA, Gioia Massa. 

“Jadi, kami pikir memiliki tekstur segar, berair, renyah dalam makanan mereka dapat menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Yang unik, para ilmuwan NASA juga telah menemukan cara untuk membuat tanaman yang dapat memiliki rasa seperti hamburger, steak, dan lainnya. Salah satunya adalah Amara Mustard.

“Ini adalah salah satu tanaman terkenal kami. Tanaman ini memiliki rasa seperti steak,” jelas salah satu peneliti tanaman NASA, Matthew Romeyn.

Jadi, kedepannya para astronot yang akan melakukan perjalanan ke Mars akan memiliki nutrisi yang tepat agar dapat bertahan hidup selama perjalanan ke sana. Begitulah seperti dirangkum dari laman The Verge (23/9).

 

Share
back to top