NASA dan ESA akan belokan arah asteroid yang menuju Bumi

ESA akan meluncurkan wahana Hera pada Oktober 2024 untuk mempelajari target, termasuk kawah hasil tabrakan, massa, dan lainnya. Hera akan memakan waktu sekitar dua tahun untuk tiba.

NASA dan ESA akan belokan arah asteroid yang menuju Bumi Source: Pexels

Badan antariksa Amerika Serikat NASA dan Eropa ESA akan mengadakan pertemuan pada minggu depan di Roma. Pertemuan ini diadakan untuk membahas kemajuan seputar Penilaian Defleksi Dampak Asteroid, sebuah misi penelitian bersama untuk mengalihkan asteroid dengan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke permukaannya.

Dilansir dari Engadget (4/9), proyek ini bertujuan untuk membelokkan orbit salah satu dari dua asteroid Didymos antara Bumi dan Mars, dengan pengukuran yang menggunakan pesawat agar dampaknya lebih efektif ketimbang dilakukan dari darat.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Elon Musk: Perlu 20 tahun untuk bangun kota di Mars

NASA gunakan satelit pelajari perbatasan Bumi dan antariksa

NASA setujui proposal modul pendaratan berisi manusia


NASA akan memberikan pesawat bernama Double Asteroid Impact Test (DART) yang meluncur pada musim panas 2021 dan akan menabrak asteroid Didymos berukuran lebih kecil pada kecepatan sekitar 23.760 km/jam. Pesawat luar angkasa Italia, LICIACube, kemudian akan mempelajari momen dampaknya. Setelah itu, ESA akan meluncurkan wahana Hera pada Oktober 2024 untuk mempelajari target, termasuk kawah hasil tabrakan, massa, dan lainnya. Hera akan memakan waktu sekitar dua tahun untuk tiba.

Para ilmuwan memilih kedua asteroid itu justru karena mudah untuk diuji. Asteroid yang berukuran lebih kecil mengorbit cukup lambat sehingga harus realistis mengubah orbitnya dengan cara yang nyata. Hal ini tidak akan menjadi pilihan pada asteroid yang terbang sendiri di orbit matahari.

Tentu saja, ada perbedaan besar antara pengujian seperti ini dengan kejadian yang sebenarnya. Meski asteroid target bisa melakukan kerusakan serius sekitar 160 meter, ini masih bersifat kecil dan lambat. Sistem defleksi di masa mendatang mungkin harus menabrakkan asteroid yang jauh lebih besar dan lebih cepat. Konsep ini adalah langkah penting menuju sistem pertahanan yang tepat, dan mungkin cukup untuk melindungi manusia dari banyak dampak potensial.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: