NASA bakal luncurkan satelit pendeteksi es

Ukuran satelit tersebut kecil, dikabarkan hanya seukuran mobil. Tidak perlu roket besar untuk meluncurkannya ke luar angkasa

NASA bakal luncurkan satelit pendeteksi es

Para ilmuwan kekurangan instrumen ketika ingin mempelajari pengurangan lapisan es Bumi secara mendetil. Dilansir dari ExtremeTech (24/8), NASA meluncurkan satelit pada tahun 2003 lalu untuk mengukur permukaan es, tetapi misi tersebut berakhir pada tahun 2010. Pada bulan September 2018, NASA akan meluncurkan satelit susulan yang disebut Ice, Cloud, dan Land Elevation Satellite-2 (ICESat-2). Pesawat ruang angkasa ini akan menggunakan laser untuk mengukur es secara seksama agar mengikuti perubahannya dari waktu ke waktu.

NASA telah melakukan syudi tentang peliputan es selama bertahun-tahun, tetapi area yang tersebut membutuhkan pemantauan yang sangat luas. Tidak mudah untuk mengawasi area yang sangat luas menggunakan pesawat terbang, tetapi kamera berbasis ruang apat mengukur ketinggian, yang cocok untuk mendeteksi ketebalan lapisan es.

ICESat-2 akan meluncur sekitar pertengahan bulan September dengan laser yang disempurnakan. NASA melemparkan misi sementara yang disebut IceBridge untuk mengawasi area yang lebih kecil. Berita dari misi ICESat awal tidak baik, mereka mengatakan es laut telah menipis sebanyak dua 2/3 sejak tahun 1980-an.

ICESat-2 akan dapat memperbarui pengukuran yang dilakukan oleh misi terakhir dan menyediakan cakupan area Bumi yang lebih konsisten pada ketinggian 500 kilometer, memaparkan laser dari alat yang disebut Advanced Topographic Laser Altimeter System (ATLAS). Cahaya yang berukuran 532 nm tersebut akan tetap aktif, memancarkan 10.000 kali per detik.

Sinar tunggal tersebut dipecah menjadi enam oleh satelit untuk memproyeksikan dalam pola kotak-kotak di permukaan. Sebagian besar foto-foto itu diserap oleh atmosfer atau terpental ke arah lain, tetapi di antaranya memantul kembali ke satelit. Waktu bolak-balik laser memungkinkan ICESat-2 menghitung tinggi permukaan. Dari orbit kutubnya, satelit akan memindai seluruh permukaan setiap 91 hari. dengan demikian, ICESat-2 dapat mengukur lokasi yang sama di seluruh empat musim.

Ukuran satelit tersebut kecil, dikabarkan hanya seukuran mobil kecil. Tidak perlu roket besar untuk meluncurkannya ke luar angkasa, sehingga NASA berencana untuk meluncurkannya di ULA Delta II pada tanggal 15 September 2018. Tanggal tersebut dapat berubah jika kondisi peluncuran tidak memungkinkan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: