sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
Selasa, 21 Jan 2020 08:34 WIB

MIT kembangkan alat medis yang bisa dicerna dengan aman

Ada banyak skenario di mana perangkat medis mungkin perlu dimasukkan ke saluran pencernaan pasien agar dapat menyelidiki atau mengobati penyakit berbeda.

MIT kembangkan alat medis yang bisa dicerna dengan aman
Source: Pexels

Para ilmuwan di MIT berhasil mengembangkan teknologi baru agar dapat mencerna perangkat medis dengan paparan jenis cahaya tertentu. Penelitian ini dapat membantu menghindari kebutuhan untuk endoskopi invasif, sehingga pasien hanya perlu menelan lampu LED khusus untuk memecah perangkat medis menjadi komponen biokompatibel demi keamanan.

Ada banyak skenario di mana perangkat medis mungkin perlu dimasukkan ke saluran pencernaan pasien agar dapat menyelidiki atau mengobati penyakit berbeda. Balon bariatric misalnya, dapat digunakan untuk mengobati obesitas dengan menggembungkan perut pasien sehingga dapat menekan nafsu makan dan kemudian diangkat setelah 6 hingga 12 bulan dengan operasi endoskopi. Ada lagi yang namanya esophageal stent, digunakan untuk memerangi penyempitan kerongkongan karena kanker atau kondisi lainnya.

“Kami sedang mengembangkan serangkaian sistem yang dapat berada di saluran pencernaan, dan sebagai bagian dari itu, kami sedang mencari cara yang berbeda di mana kami memicu pembongkaran perangkat di saluran usus tanpa persyaratan untuk prosedur utama,” kata penulis senior studi, Giovanni Traverso.

Traverso dan rekan penulisnya mendekati masalah ini dengan mengembangkan hidrogel jenis baru peka cahaya. Dasar dari bahan tersebut adalah gel polimer yang mengandung ikatan kimia yang dapat dipecah oleh cahaya berwarna biru hingga ultraviolet. Polimer ini dikombinasikan dengan komponen yang lebih kuat dari poliakrilamida agar menjadikannya lebih tahan lama, tetapi masih dengan kemampuan untuk dipecah oleh cahaya berdasarkan kebutuhan.

Tambahan gel dapat disesuaikan untuk memberikannya kemampuan berbeda. Semakin banyak menggunakan polimer yang peka terhadap cahaya dalam konstruksinya berarti polimer itu akan rusak lebih cepat, tetapi secara mekanik lebih lemah. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memecah material juga dapat dikontrol oleh sumber cahaya, dengan cahaya biru bekerja lebih lambat tetapi menawarkan keamanan yang lebih baik daripada cahaya ultraviolet.

Hidrogel tersebut diuji pada balon bariatric, yang diletakkan di dalam perut babi dan dipompa. Lampu LED biru kecil khusus diletakkan di perut selama enam jam, menyebabkan balon mengempis perlahan. Tim melaporkan bahwa dengan lampu LED berdaya lebih tinggi, materi itu dapat dipecah dalam 30 menit. Demikian dilansir dari New Atlas (21/1).

Share
back to top