MIT ciptakan tinta yang dapat berubah warna

Proyek ini dibangun di atas proyek MIT sebelumnya yang disebut ColorMod, menggunakan printer 3D untuk membuat item yang dapat berubah warna.

MIT ciptakan tinta yang dapat berubah warna Source: Pexels

Para peneliti dari Computer Science and Artificial Intelligence Labolatory (CSAIL) MIT baru saja membuat konsep yang unik dan menakjubkan berkat tinta yang dapat diprogram ulang sehingga memungkinkan tinta tersebut dapat berubah warna dan pola ketika terkena paparan sinar.

Dilansir dari Digital Trends (10/9), tinta ini disebut dengan PhotoChromeleon yang terdiri dari campuran pewarna photochromic.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin

Teknologi getaran listrik bisa cairkan lapisan es dengan cepat


Sejauh ini, para peneliti di MIT telah mengujinya pada model mobil, kotak telepon, sepatu dan mainan. Proses tersebut sepenuhnya dapat dilakukan berkali-kali. “Jenis pewarna khusus ini memungkinkan segudang pilihan penyesuaian yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi limbah secara keseluruhan. Pengguna dapat mempersonalisasikan barang dan penampilannya setiap hari, tanpa perlu membeli objek yang sama,” kata penulis utama makalah CSAIL, Yuhua Jin.

Proyek ini dibangun di atas proyek MIT sebelumnya yang disebut ColorMod, menggunakan printer 3D untuk membuat item yang dapat berubah warna. Namun tim yang bertanggung jawab mengatakan hasilnya terbatas dalam hal skema warna dan resolusi. Sebaliknya, PhotoChromeleon memungkinkan untuk membuat desain yang jauh lebih rumit, mulai dari pola kulit zebra hingga api beraneka ragam. Setiap warna dapat dikontrol secara seksama melalui berbagai macam panjang gelombang cahaya.

Meski proyek ini masih dalam tahap konsep purwarupa, MIT telah menarik minat Fors Motor Company, yang mendukung proyek ColorMod sebelumnya.

“Kami yakin memasukkan tinta baru multi-photochromic ke dalam bahan-bahan tradisional dapat menambah nilai bagi produk-produk Ford dengan mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk membuat suku cadang otomotif. Tinta ini dapat mengurangi jumlah langkah yang diperlukan agar dapat menghasilkan bagian multiwarna, atau meningkatkan daya tahan warna dari pelapukan atau degradasi UV,” kata spesialis teknis bahan berkelanjutan Ford, Alper Kiziltas.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: